Cinta Sang Preman
seruku tersenyum menjawab Mama.
"Iya, sayang, pake jilbabmu, Nak,"
"Tentu, Ma,"
Kuraih bergo yang kutata rapi di tempat khusus jilbab, sengaja aku pilih warna senada dengan bajuku. Agar enak dipandang kalau matching. Tanpa lama aku segera menemui Kenzo di teras depan.
"Tumben gak bilang dulu mau ke sini,"
"hapeku lowbat, aku cuma mampir ko," jawabnya tersenyum menyambutku.
Beliebte Kapitel