DIPTA
Rak itu bergeser perlahan dengan suara mekanisme yang halus, memperlihatkan sebuah pintu kecil yang tersembunyi.
Aira menatap terkejut, matanya membesar. “Wow… ada pintu rahasia?”
Dipta mengangguk, mata tetap fokus padanya. “Hanya aku yang bisa buka, ada sensor sidik jari juga.”
Ia menempelkan jarinya ke panel kecil, dan pintu itu terbuka sepenuhnya, memperlihatkan sebuah ruang yang lebih luas daripada perkiraan Aira. Di dalam, ada rak-rak tinggi penuh buku dari berbagai bidang sains, sejarah, filsafat, ekonomi, bahkan beberapa buku seni. Di meja samping jendela, beberapa ornamen pelajaran tertata rapi, dari globe, mikroskop mini, hingga model DNA. Tapi yang membuat Aira terpaku adalah baris
Bab Populer