Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya
Setelah mendengar kabar dari pasukan bahwa kakak kembar suamiku gugur dalam sebuah misi, kakak ipar yang baru ditinggal suaminya itu sangat terpukul hingga pingsan.
Saat sadar kembali, dia kehilangan ingatannya. Tangannya menggenggam erat tangan suamiku dan tidak mau melepaskannya.
Hanya karena dokter mengatakan, “Pasien tidak boleh menerima guncangan.”
Suamiku dan ibu mertua pun membujukku agar ikut dia bersandiwara.
Setiap kali aku menyinggung soal itu, mereka berdua selalu menjawab, “Tunggu aja sampai kakak iparmu pulih kembali ingatannya!”
Maka dari itu, aku hanya bisa memandangi suamiku sendiri tinggal dan makan bersama kakak iparnya dengan mataku sendiri.
Bahkan putri kami pun hanya bi