Red in Us
Namun, tak satu pun yang beranjak memisahkan.
Namun sepeti buta dan tulis, seingai muncul di bibir Brama. Dia mengabaikan tatapan orang lain dan luruk menantang wajah Rabu. “Istri? Wah, ternyata kabar yang gue denger benar.” Dia bertepuk tangan. “Gue udah nyangka kalian sejak dulu tuh pasti udah ada hubungan. Dan gue …,” bisiknya sambil mendekatkan kepala ke telinga Rabu, “yakin kalau saat gue pegang Katha, dia udah nggak perawan lagi.”
Amarah Rabu meletus. Dia langsung melayangkan pukulan pada Brama hingga lelaki itu jatuh berdebum di atas lantas restoran. Tanpa memandang sekitar, dia memukuli Brama membabi buta.
Bab Populer