Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LUKA

LUKA

Semua hancur, cinta yang dimiliki Nara hancur, persahabatan yang Nara miliki hancur menyisakan satu kata di hati . LUKA. ***
87.7K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as raphael luce
Read
+Library
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Dari sudut ruangan seperti ini, aku bisa melihat beberapa orang yang berlalu-lalang di bawah terik matahari, memancarkan sinar yang membuat Arsenio Saelandra Bahari menjadi lebih memesona. Sudah begitu lama aku mengenalnya, dan sudah lama pula aku menjadi bagian dari kehidupannya yang sempurna. Sae itu bisa menjadi sosok yang misterius. Aku bisa dengan mudah memahaminya, dan terkadang juga begitu sulit untuk tahu apa yang sedang dia pikirkan.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as raphael luce
Read
+Library
Laurene

Laurene

Berkat Sella, sahabatnya ini. Laurene pun terus mencoba melangkahkan kakinya menuju kelas. Tulisan 10 MIA 3 di depan pintu kelasnya itu kembali terlihat bergoyang-goyang. Laurene pun mencoba memfokuskan pandangannya ke arah tulisan itu dan menggosok-gosokkan matanya, tapi tulisan itu tetap bergoyang-goyang. Ia mempererat pegangan tangannya pada tangan Sella.
9.94.5K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as raphael luce
Read
+Library
Alverez

Alverez

“Dan itu bukan Calvin. Bukan Dimas. Tapi… sesuatu yang lebih besar.” Adrian menoleh dengan pandangan tajam. “Alverez.” Seketika suasana menjadi hening. Nama itu, yang selama ini hanya muncul sebagai bisikan samar dalam dokumen, jejak keuangan misterius, dan saksi-saksi yang menghilang, kini disebutkan dengan jelas untuk pertama kalinya. “Alverez?” tanya Alan dengan dahi berkerut. “Bukankah itu—”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as raphael luce
Read
+Library
Richardo Elios

Richardo Elios

Kirana keherangan, dia menggelengkan kepalanya. Dan saat mau hendak menghentikan video itu, Kirana melihat sebuah senter yang menyala di dalam gelap. Senter itu mulai mengarahkan arahnya ke segala penjuru ruangan, dan akhirnya sinar senter itu berhasil mengenai sebuah papan nama yang tertera jelas di atas dinding. "Pidato Richardo Elios, sang pengusaha sukses." Kirana langsung kaget, dia menutup mulutnya ketika membaca papan nama itu.
109.2K viewsCompletedAdded to Library 258 Times as raphael luce
Read
+Library
LALI

LALI

Sepulang jalan-jalan sama Dewa menyusuri kota Lumpia, Harun merebahkan badannya. Dewa sudah mengeluarkan suara khas ketika tidur. Harun berbaring di sebelahnya. Matanya tak kunjung merem. Pikirannya semrawut tak karuan.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as raphael luce
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Putri Angkat

Pembalasan Dendam Sang Putri Angkat

53 Angin dingin Windham Mountain berembus lebih kencang, menerbangkan butiran salju halus yang menerpa wajah Hasa. Namun, rasa dingin itu seolah menguap, digantikan oleh sengatan keterkejutan yang menjalar dari ujung kaki hingga kepala. Ia menatap telapak tangan Luke yang masih menggantung di udara, menunggu sambutan darinya. Nama itu, HL, bukan sekadar inisial bagi siapa pun yang berkecimpung di dunia kerajinan keramik dan porselen. Ia adalah legenda hidup, maestro muda yang karya-karyanya hanya bisa dilihat di galeri kelas atas atau dilelang dengan harga fantastis.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as raphael luce
Read
+Library
Lucian D'Ambrosio

Lucian D'Ambrosio

Di belakang remaja lelaki itu berdirinya perempuan berambut ungu - Lyra. "…melamar?" Teruja sungguh muka remaja lelaki itu. Anak mata coklatnya bersinar-sinar ceria. "Apa?!" Tersentak. Tinggi suara Sycatt yang terkejut dengan andaian liar remaja lelaki itu. "Hah." Valerio hanya tersenyum tidak percaya. Dia melarikan pandangan dan tidak mencuba untuk menafikan kata-kata remaja lelaki berambut perang itu.
10607 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as raphael luce
Read
+Library
Lusia

Lusia

langkah Leon terhenti begitu juga dengan langkah Lusia. Entah mengapa, pusaran waktu seperti terhenti di antara mereka. Angin bertiup lembut di Rose Hill dengan tiba – tiba, seperti bukan biasanya. Leon mengamati rambut panjang Lusia yang di gerai dan bagian depannya di kepang dan di jepit ke belakang, mata Leon perlahan turun, mengamati bola mata Lusia yang jernih dab nerwarna cokelat. Seperti danau yang terkena sorot cahaya dengan dedaunan yang gugur di atasnya.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as raphael luce
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status