Akhir Dari Segalanya
ujar Wiliam sambil mendongak, wajahnya basah oleh air mata yang bercampur air hujan.
Tatapannya penuh permohonan, “Ini yang ke-100, lamaran yang ke-100. Kamu pernah berjanji padaku, kalau sudah seratus kali, kamu akan menikah denganku. Kamu nggak boleh mengingkari janji. Aku sudah tahu salah, benar-benar sudah tahu salah. Kita mulai dari awal, ya? Mulai sekarang, aku hanya akan baik padamu, hanya akan mencintaimu.”
Suaranya sangat keras, menarik lebih banyak perhatian di sekitar.