Bulan di Darah Awan
“Aku ingat, kala aku skripsi dan ingin menyerah, Azhar memberi kami semua pesan di grup angkatan: ‘Jika kalian menyerah sekarang, Soul akan menertawakan kalian dari kuburnya. Jika dia bisa merawat dua adiknya, mengabdi pada tiga desa, dan menghadapi seluruh tantangan akademik bersamaan. Maka, satu skripsi tidak akan menumbangkan kita!’.”
“Dia adalah simbolis kami dalam berjalan membangun negeri. Dia memberi kami alasan setelah kuliah yang lebih besar. Dulu, aku ingin lulus, kerja di perusahaan ternama, hidup enak, selesai.”
Jadi, Mas Soul adalah orang yang membuat mereka berjuang hingga berada di puncak. Huh, dan aku ingin mati? Mungkin kalimat Pak Azhar itu bisa ku pakai juga untuk diriku.
Hot Chapters