Tak Semanis Madu
Abi berkata begitu sopan dan lembut terhadap orang yang ada di seberang telepon, dari yang aku dengar, sepertinya dia ada hubungannya dengan pesantren.
"Kyai, di Jakarta? Sama Aisyah juga?" Suaranya pelan saat menyebut nama Aisyah, wajahnya pun berubah tegang. Aisyah, siapa Aisyah?
"Oh, hari minggu, ya, boleh dong Kyai, suatu kehormatan untuk saya, kebetulan saya di Jakarta."
"Waalaikumsalam," tutupnya.
Aisyah, nama itu terus mengganggu pikiranku, setelah menutup telepon tersebut, Abi juga terlihat begitu sibuk dengan benda pipih di tangannya.
Hot Chapters