Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Akhirnya pada suatu waktu, Malin pun datang ke desanya beserta istri dan anak buahnya. Mendengar kedatangan Malin, sang ibu merasa sangat gembira. Dia bahkan berlari menuju pantai untuk segera melihat anak yang disayanginya pulang. “Apa itu kamu Malin, anak ku? Ini ibu mu, kamu ingat” Tanya sang Ibu. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirim kabar?" Katanya sambil memeluk Malin Kundang.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Meskipun perbuatan mereka salah, Malin tidak akan berani menolak ataupun membantahnya. Hingga suatu hari, tanpa sengaja Malin mendengar ucapan Pandak yang membuat Malin tersadar akan tipu daya mereka selama ini. Rasa sakit hatinya terhadap Parjo palsu dan Pandak membuatnya membabi buta. Malin mendatangi wanita tua yang bernama Nek Imah. Dia memberikan benda yang bisa membunuh anak dari Orang Pandak itu dan Malin juga memberitahukan kelemahan Pandak si buruk rupa agar bisa di kalahkan.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Raka menatap kamera, “Selamat malam para pecinta horor tanah air. Hari ini kita live dari desa terkutuk: Kalibungkus, tempat mitos kuntilanak merah berasal.” Ucup menambahkan, “Kalau kita gak muncul besok, tolong kirimkan pulsa dan kirim ustaz ke sini.” Tiba-tiba... kamera bergetar sendiri. Bukan karena angin. Kabel-kabel mulai bergerak seperti ada yang menarik. Monitor laptop memperlihatkan sesuatu... di belakang mereka.
890 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Ratu terlihat sangat ketakutan. “Mana anakmu??” teriak panglima perang Kerajaan Bahara, sambil menunjuk ke arah ratu. Ratu Neda hanya bisa diam seribu bahasa dengan deraian air mata yang membasahi pipinya. Para dayang pun merasa takut. Prajurit penjaga dengan sigap langsung melindungi ratu dari berontaknya Pasukan Bahara yang berhasil masuk ke kamar ratu. Berkali-kali mereka mencoba mencari seorang bayi, namun nihil. Bayi itu tidak juga ditemukan. Bahkan niat awal mereka mencari batu kristal terlupakan. Mereka beralih fokus untuk mencari seorang jabang bayi. Mereka tidak menemukan jabang bayi jua. Tanpa sengaja salah seorang pasukan Bahara melihat ke luar jendela istana. Tampak sebuah delman
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
TERNODA DI MALAM PERTAMA

TERNODA DI MALAM PERTAMA

Bocah tampan itu pun mengangguk. “Pa, aku mau cari Mama dulu, ya,” ucap Raline yang memakai gaun putih. Dia kemudian berlalu dari hadapan Rimba yang begitu gagah dengan setelan jas berwarna abu. “Hati-hati,” ucap Rimba. “Nggak apa-apa. Raline sudah besar,” timpal Retno yang berdampingan dengan Darwis. Rimba mengangguk.
1098.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
PASANGANKU MANDUL

PASANGANKU MANDUL

MELAHIRKAN Mirna istri dari Yudi akhirnya melahirkan anak pertamanya buah cinta dari Yudi. Anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Satria. Mirna dan juga Yudi begitu gembira karena bayi mereka lahir dengan selamat dan sehat. Satria sangat ganteng dan berkulit putih sama dengan Yudi. "Sayang terima kasih ya, kamu sudah memberikan aku anak yang gagah dan ganteng," Yudi mengecup lembut kening Mirna dengan penuh kelembutan.
328 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
TANTE MALIKA : MANISNYA DENDAM ADIK TERSAYANG

TANTE MALIKA : MANISNYA DENDAM ADIK TERSAYANG

“Ah, nanti saja kalau sudah sampai, kuajak makan di luar saja.” Malika melipat mukena dengan wajah sedikit berbinar. Ya, karena sebentar lagi pertanyaan yang sudah beberapa hari ini mengendap di hatinya akan segera terjawab. Semoga saja. *** Nyari angle dari balkon rumah ini saja. Bagus. Pandangan luas dan merata. Kemarin sudah kucoba," suara serak-serak basah menyahut dari kejauhan. “Tapi danaunya terhalang pohon pinus itu. Kita kan butuh gambar danau yang utuh.” Yang lain tak mau kalah.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

Terlebih, ada 2 kalung berlian yang ia katakan cantik itu kini berpindah ke paper bag yang dibawa oleh Ryu. "Ha, apa ini?" tanya Riri dengan lirih. Bahkan terlihat tangannya bergetar saat membuka sebuah kotak beludru berwarna hitam. Berisi sebuah kalung berlian yang sangat mewah. Berarti jika di total semua nominal itu telah mencapai angka 1M. "Bukankah kau bilang itu semua cantik? Jadi aku berikan itu semua untukmu," jawab Arnold dengan entengnya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
ISTRIKU YANG MALANG

ISTRIKU YANG MALANG

sungutnya kesal. Pembantu yang dipanggil hanya membalas senyuman tanpa kata dan berlalu meninggalkan ruang makan yang hanya berisikan Mariana dan putra semata wayangnya, Alfandy Benjamin Bakkas yang sering dipanggil Abe. Abe adalah seorang pria tampan berumur 30 tahun dengan ciri fisik tinggi menjulang bak tiang listrik karena memiliki darah bule yang menurun dari sang kakek. Bermata coklat terang, rambut hitam seklimis model shampoo, diiringi kekayaan yang diwarisi oleh almarhum papanya yang sudah meninggal serta hasil dari jerih payahnya bekerja selama ini mengembangkan perusahaannya di bidang perhotelan, dan real estate.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan

Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan

[Host: Morgan] [Level: 4 (005/3400)] [Saldo: $480.500.000] “Apakah kau masih ingat dengan syarat ujian akhir ini?” tanya Malvin, “apakah aku harus mengulanginya lagi?” “Kau tidak perlu melakukannya.” “Baiklah.” Malvin tersenyum, mengambil sebuah batu dari saku celana, melirik jam tangan sekilas. “Saat batu ini mendarat di tanah, pertarungan akan dimulai. Kau mengerti?”
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai resolution malin kundang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status