Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku
“Fisikmu boleh saja tidak sempurna lagi, … tapi bukan fisikmu yang akan menghadap kembali pada Tuhan, melainkan jiwalah yang akan kembali pada-Nya, bukan? Maka sempurnakan saja keindahan jiwa dan hati kita, hingga kembali bersih dan bercahaya. Mungkin, seperti itulah arti dari hidup ini.”
Lisa menyeka air mata Ardi dengan tisu. Mata mereka saling bertemu. Untuk sejenak keduanya terdiam. Dalam kediaman itu, ada perasaan baru yang muncul di hati mereka, yaitu rasa damai yang merayap hingga ke sekujur tubuh dan perasaan mereka. Rasa damai yang tak terlukiskan.
Selesai bicara empat mata, Lisa segera berpamitan. “Aku mau daftar ke poliklinik penyakit dalam, Ar. Sepertinya maag aku lagi kambuh.”
Hot Chapters