PREDESTINATION
Resta menunduk, menatap pada beberapa titik noda darah yang sudah mengering dikausnya, seringaiannya seketika muncul dari sudut bibir membuat kedua buah lesung pipinya terlihat begitu sempurna, ia menyugar surai kecoklatannya ke belakang menggunakan jari, terlihat sangat tampan namun juga mematikan
“Ini bukan apa-apa, Lia. Aku hanya main-main sebentar tadi.”
“Main-main? Kali ini siapa lagi yang kamu jadiin korban?” Lia bersandar pada pinggiran meja sembari kedua tangannya berkacak pinggang menatap marah ke arah Resta. Tatapan yang diberikan pemuda itu tak kalah tajam, “Kamu sayang nggak sih sama aku, Res?”
“Sayang. Aku lakuin semuanya demi kamu. Aku lakuin apapun buat kamu,” kata Resta.
Hot Chapters