Mencintai Seorang Climber
“Setelah luka di wajahmu sembuh, nggak berasa perih lagi, Teteh bisa mulai perawatan wajah. Teteh punya aset sekarang, rumah dari Pak Ruhiyat itu aset yang lumayan untuk menunjang hidupmu. Yang penting bisa menyimpan uang, menggunakannya kalau perlu, jangan foya-foya nggak jelas. Teteh bisa ngumpulin uang buat modal usaha, atau buat oplas mungkin. Pokoknya harus optimis, dan semangat.”
Irma terisak sembari memeluk Maryam. “Terima kasih ya, kamu mau temani aku di saat aku lagi terpuruk begini.”
Akhirnya Irma sudah tampak cukup tenang, dan dia kembali berbaring sambil memejamkan mata. Dia berusaha tidur. Sementara Maryam duduk di ranjang, di sebelah Irma, dia memeriksa notifikasi. Belum ada ba
Bab Populer