SUAMIKU MATI DI TANGANKU
Setelahnya, seperti biasa, aku akan menghabiskan waktu di rumah bersama Kirana dan kadang mengobrol seharian di kamar bersama Rinda.
"Kakimu gimana?" sapaku pada Rinda yang sibuk di meja. Dia banyak menghabiskan waktu dengan menulis di sebuah buku diary. Rinda tidak pernah memperlihatkan padaku apa isinya. Mungkin cara itu adalah terapi trauma untuk dirinya.
"Sudah lumayan, aku udah ngga pakai tongkat lagi.”
“Kapan-kapan, kita jalan, yuk?”
Setiap diajak jalan keluar, Rinda selalu menolak. Aku mengerti kondisi psikologisnya. Dia belum siap katanya.