Kinari dan Benang Waktu
“Waktu bukanlah sungai yang mengalir lurus, atau jarum jam yang berputar tetap.
Waktu adalah anyaman takdir, sebuah rajutan benang-benang yang saling bertaut—menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan dalam satu kain tanpa ujung.
Namun benang-benang itu rapuh. Kelalaian dan kesombongan dapat mencabiknya, menciptakan celah-celah yang membiarkan kekacauan masuk dan merusak tatanan.”
Kael memejamkan mata, mencoba menangkap makna yang lebih dalam.
“Jadi, setiap keputusan yang kita buat—besar atau kecil—mengirim riak ke seluruh anyaman itu?”
“Benar,” jawab Tharumen dengan lembut.
“Dan itu sebabnya kau dan Kinari harus melangkah hati-hati. Mengoreksi bukan hanya luka yang tampak, tapi juga
Hot Chapters