RINDU SETELAH BERCERAI
Semilir angin terasa menusuk tulang saat kukendarai motor ini melaju menebus jalan desa, gerimis mulai melanda perlahan lahan, seakan ingin membasahi hati ini yang terluka, sore yang tadinya cerah berubah mendung dan abu abu kelam di pandanganku, aku jadi sangat putus asa.
"Ah, jangan begini, hidup itu masih panjang, kalau aku tidak kuat sendiri, lantas siapa yang akan menguatkan diri. Di sisi lain aku harus menguatkan anak-anakku, aku tak boleh lemah," gumamku sambil menyeka tetesan air mata terakhir.
Sesampainya di rumah, saat membuka pintu pagar Mbak Vina yang terbiasa kepo menyapa.
"Mbak, dari mana?"
Bab Populer