Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Maduku Sahabatku

Maduku Sahabatku

Rendra mengusap kedua netranya yang telah membasah, hatinya begitu sakit sampai saat ini belum bisa menangkap siapa yang telah membunuh istrinya. "Maaf Aku baru kesini lagi setelah begitu lama, lihatlah ini anak perempuan kita , Aku beri nama dia Rindu, dia cantik seperti dirimu." Ujar Rendra dengan menampakkan foto Rindu yang ada di ponselnya. "Rindu saat ini berada di tempat yang aman, aku tidak bisa merawatnya seorang diri, agar lebih aman ku titipkan dia di suatu tempat. Karena Aku harus mencari siapa yang membunuhmu."
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Kata kakek menengahi. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Setelah selesai makan malam tadi, aku langsung masuk ke dalam kamar untuk merebahkan tubuhku, sementara Mas Hanif pamit pergi karena ada keperluan sebentar. Akupun akhirnya tertidur karena merasa badan ini sangat lelah. Aku bermimpi, di alam bawah sadarku, aku melihat seorang gadis sedang duduk sendirian di tepi sungai sambil menekuk kedua lututnya dan menangis. Ku hampiri dia dan aku tepuk pundaknya, seketika dia menengok dan tiba-tiba dia berucap "tolong aku. Tolong balaskan dendamku!"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
Rindu yang Terluka

Rindu yang Terluka

RINDU YANG TERLUKA - Tak Segampang Itu Rinjani sebenarnya lelah. Badannya meriang dan ingin segera beristirahat. Namun terpaksa harus menunggu Abila. Apa setelah pertemuan ini nanti bisa merubah masa lalu? Tidak bukan. Tetap saja kenangan itu menjadi noktah hitam dalam hidupnya. Mantan narapid*na tetap tersemat. Suatu saat akan tetap diingat dan disebut sekali waktu. Dan Noval pun akan tahu hal itu.
9.9189.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Ia meraih cangkir kopi, menyesapnya pelan, lalu berucap lirih, nyaris seperti bisikan: “Pikirkan baik-baik, Rin. Hidup cuma sekali. Kamu mau terus jadi pecundang… atau hidup sebagai pemenang?” Rini pulang malam itu dengan pikiran yang kalut. Kata-kata Gita berputar-putar di kepalanya seperti mantra yang tak mau hilang. “Hidup cuma sekali. Kamu mau terus jadi pecundang… atau hidup sebagai pemenang?”*
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
The Love Story Of Kinanti &Kinoy

The Love Story Of Kinanti &Kinoy

🎶Rindu 1/2 mati🎶 Kini Kinoy benar-benar di landa rindu. rindu yang menusuk dan merasuki dalam jiwanya.ia sangat merindukan Kinanti.ia mengingat semua kenangan manisnya bersama Kinanti.ia juga mengingat semua senyuman manis Kinanti. "Senyumanmu itu membuat hidupku tak tenang.selalu saja teringat di benakku tentang senyum manis di bibirmu.Ku sangat merindukanmu Kinanti",kata Kinoy.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
OKE, MARI BERCERAI

OKE, MARI BERCERAI

Semua masih sama, hanya bibir kering dan pucat Rindu yang sesekali menggumamkan nama Dewi diiringi cairan bening yang menganak sungai di ujung matanya. Sering kali Gibran merasa heran melihat fisik Rindu yang sudah begitu mengenaskan. Bahkan bagian punggung Rindu sampai berlubang dan kalau tidak rutin dibersihkan bermunculan belatung-belatung mengerikan. Namun entah mengapa, nyawa Rindu masih bertahan.
10113.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

Jadilah Rindu hanya duduk, meski ingin sekali ikut. “Sus.”menatap wanita paruh baya itu, Rindu tersenyum dan menggenggam tangannya. “Aku takut.” “Karena bayimu ini?” Anggukan Rindu membuat Sahara memahaminya. “Nak, jangan memikirkan banyak hal. Ingat, jika kamu takut tentang bayimu, apakah akan baik-baik saja. Aku hanya ingin menyampaikan satu hal. Kamu harus yakin, bahwa apa yang dulu kamu ucapkan saat menikah, kamu akan memenuhinya. Ragata adalah belahan jiwamu yang lain. Di saat kamu gundah, hubungi dia, ceritakan isi hatimu. Jangan biarkan kamu sendiri yang berpikir. Okey?”
1025.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 728 kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

“Semuanya baik-baik saja Rin, Alhamdulillah ....” “Mas, sepertinya peristiwa ini membuatmu mulai mengingat Tuhan,” ucap Rindu dengan tatapan berbinar. Tatapan Rindu terlihat begitu penuh makna. “Mas, harta tak dibawa mati, tapi iman dan amal baik.”
9.664.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

(Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi Meninggalkan diriku Jangan lupakan aku Semoga dirimu di sana Kan baik-baik saja Untuk selamanya Di sini aku kan selalu Rindukan dirimu Wahai sahabatku Rindukan dirimu "Ok. Latihannya cukup sampai disini dulu karena kakak ada acara jadi sampai sini dulu. Menurut kakak ini udah bagus dan dipertahanin kayak gini ya tapi jangan lupa buat latihan lagi setiap hari dirumah ya Fy, Yo" Ucap kak Sasa
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
RINDU SETELAH BERCERAI

RINDU SETELAH BERCERAI

Semilir angin terasa menusuk tulang saat kukendarai motor ini melaju menebus jalan desa, gerimis mulai melanda perlahan lahan, seakan ingin membasahi hati ini yang terluka, sore yang tadinya cerah berubah mendung dan abu abu kelam di pandanganku, aku jadi sangat putus asa. "Ah, jangan begini, hidup itu masih panjang, kalau aku tidak kuat sendiri, lantas siapa yang akan menguatkan diri. Di sisi lain aku harus menguatkan anak-anakku, aku tak boleh lemah," gumamku sambil menyeka tetesan air mata terakhir. Sesampainya di rumah, saat membuka pintu pagar Mbak Vina yang terbiasa kepo menyapa. "Mbak, dari mana?"
8.519.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 592 kali sebagai rindu awak separuh nyawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status