ANESTESI RINDU
Devan menunduk dan menggigit satu bulatan dango dari tangan Vanya, mengunyahnya perlahan.
"Bagaimana? Enak, kan?" tanya Vanya antusias.
"Iya, manis. Tapi masih kalah manis sama senyuman istriku setelah berhenti menangis," goda Devan, membuat wajah Vanya seketika merona merah, mengalahkan warna lampion besar di gerbang Kaminarimon yang berada di belakang mereka.
Vanya mencubit pelan lengan Devan melalui kain jas tebalnya. "Mas Devan sejak kapan jadi pintar menggombal begini? Pasti ketularan virus sesat dari Dokter Nathan, ya?"
Bab Populer