SANG MENANTU TERBUANG
"Hard drive ini, berisi bukti kekayaan klanmu, dan nama nama mitra lama Rudra. Dalam waktu satu jam, semua data ini akan dienkripsi dan dijual kepada musuh-musuhmu. Klan Tirtayasa akan hilang selamanya."
"Dan wanitamu, Aruna Laksita," Tuan Besar menyeringai. "Setelah kau mati, dia akan menjadi hadiah perayaan untuk pertemuan ini. Kami akan mengirimnya kembali ke Jakarta, setelah dia melayani semua Raja di ruangan ini."
Mendengar ancaman itu, wajah Aruna tetap tenang, tetapi tangannya mencengkeram lengan Arya.
Arya merasakan adrenalin mengalir, menutupi rasa sakit di lukanya. Ia tersenyum dingin, senyum yang menunjukkan kemenangan yang sudah pasti.
Hot Chapters