Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istana yang Retak

Istana yang Retak

Tiba-tiba suara benda jatuh terdengar dari arah kamar. BUGH! Julia dan Bram langsung menoleh bersamaan. “Hana?” panggil Julia cepat. Mereka berdua berlari menuju kamar. Begitu pintu dibuka, tubuh kecil Hana terlihat terduduk di lantai sambil menangis keras. Boneka Upin miliknya terlempar ke sudut kasur. “Mama…” tangisnya pecah. “Jangan cerai…”
474 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Istri yang Terbuang

Istri yang Terbuang

Ujung bibir Nirmala, bahkan sedikit mengeluarkan cairan berwarna merah. “Aku tidak akan kabur Mi, aku hanya ingin istirahat.” Nirmala pun, mulai menangis. Ia merasa sangat lelah, setelah hampur satu tahun yang lalu ia terjebak oleh seorang Mucikari. Ia terus di paksa untuk melayani tamu-tamu yang datang setiap hari.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Sebagian tubuhnya dipenuhi darah siluman kadal dan itu membuat Lintang tidak nyaman. Wuhss! Wussh! Wushhh! Mereka berlompatan menggunakan ilmu meringankan tubuh, berpijak dari satu dahan pohon ke dahanan lain. “Tuan, Lihat di sana! Bukankah itu sungai,” tunjuk Indrayan ke arah timur hutan. “Hahaha, kau benar Indrayan. Ayo cepat! Darah milik siluman kadal sudah hampir mengering, dan ini sungguh menggangguku,” Lintang tertawa senang.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

“Dan kami akan menggunakannya untuk menamatkan Lakon ini. Kalian berdua akan menjadi saksi.” Petruk mengangkat wayang itu tinggi-tinggi. Di belakangnya, di halaman kecil itu, Raka melihat Kunti (Sekar) dan beberapa Punakawan lainnya mengelilingi sebuah benda besar yang ditutupi kain hitam. “Apa yang ada di bawah kain itu?” tuntut Raka, mengambil satu langkah maju. Petruk tertawa pelan. “Hadiah dari Banyu, Tuan Dalang. Sebuah kelir baru.”
926 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Titimangsa Parasu

Titimangsa Parasu

Di sisi selatan Kediri, di kaki Gunung Bolo, Parasu, Kinarsih, dan Kutira duduk bersimpuh di depan tiga gundukan tanah yang masih basah. Kaki gunung itu menjadi peristirahatan terakhir Lintang Abang, Begal Barat, dan Tatya. Rintik rintik air hujan tiba tiba hadir pagi itu membasahi tanah kuburan. Di antara gerimis, Kinarsih menangis, menyertai kepergian ibundanya untuk selama-lamanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
SANG INDIGO

SANG INDIGO

Benar saja, kuntilanak itu makin mendekat ke arahnya. Merasa ketakutan akhirnya Danny melakukan langkah seribu. Dia langsung berlari tanpa menengok ke depan. Pandangannya fokus ke belakang melihat kuntilanak itu apakah masih mengejarnya. Sampai akhirnya kuntilanak itu menghilang. Danny yang tadinya sempat ketakutan akhirnya kembali menengok ke depan. Tanpa disangka kuntilanak itu berada tepat di depan wajahnya. Sontak mahasiswa itu terjatuh.
1043.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai rintihan kuntilanak
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Rainfall
Halo semua, autor di sini. maaf banget sempet lama hiatus. sebenernya ada alasan kenapa hiatus lama. ada kejadian janggal ketika autor nulis sang indigo ini. salah satunya ketika lagi nulis ada yang nendang kursi sampe jatoh padahal autor di rumah lagi sendiri. sekarang aku bakal coba nulis lg ...
Renti Sucia
Bagus banget ceritanya. Kasian Luna, diperlakukan begitu buruk karena punya kemampuan bisa lihat makhluk halus. Bener kayaknya, ya, punya kemampuan begitu itu nggak selalu menyenangkan sprti di film2.
Baca Semua Ulasan
Cinta yang Terenggut

Cinta yang Terenggut

Selanjutnya laki-laki itu beranjak menuju ke sebuah meja yang letaknya di ujung sendiri dan diatasnya terdapat sebuah keranjang besar berisi piring-piring kotor. Setelah meletakkan piring-piring yang dibawanya ke dalam keranjang tersebut, Jonathan lalu beralih ke meja yang agak jauh dimana terdapat aneka hidangan pencuci mulut. Diambilnya dua buah mangkuk dan dua sendok kecil. Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang teramat dikenalnya. “Itu puding lumutnya enak. Fruit tart-nya juga yummy. Aku udah makan tadi. Ini mau ambil lagi.”
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Istri Yang Terbuang

Istri Yang Terbuang

Pakaian Kinan kotor sebab halaman rumah tempatnya tersungkur tadi memang masih tanah. "Kinan nggak apa-apa?" tanya Bu Retno khawatir. "Ngg--nggak, Bu." Kinan terbata walau lutut dirasanya nyeri. "Maaf semuanya, menantu saya yang ini memang agak ceroboh." Tini yang melihat beberapa tamu kasak kusuk pun cepat mengambil alih keadaan.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Pria itu seperti berpura-pura tidak mendengarkan dengan cara mengalihkan kegiatannya yakni sibuk membersihkan sepeda ontel yang terlihat sangat tua dan usang, yang bersandar di sebelah gerobak baksonya. "Bang Ujang asli warga sini, ya?" Gadis yang sejak tadi diam, memberanikan diri untuk bertanya. "Iya, Nak." Ujang menjawab singkat. Matanya masih fokus ke sepeda ontel. "Berarti tau dong sejarah kenapa ada cerita perihal pohon beringin angker itu dan juga si kuntilanak merah?" Ujang buru-buru menggeleng. Dia lantas tersenyum dibuat-buat. "Wah, saya dengarnya juga baru sekarang. Pas Bu Nina ini bercerita."
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

sahut si pocong menunjuk ke arah Laila. Hantu kuntilanak tadi melotot dan menarik ikatan pocong kawannya itu. Sekali lagi Laila mengamati dirinya di permukaan air. Buliran yang basah jatuh di pipinya. Namun perlahan ia menyadari kalau buliran tersebut berwarna merah. "TIDAAAAAAKKKK...!!!"
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai rintihan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status