Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

sambung Suhadi. “Ritual pertama adalah upacara adat ‘ngesur tanah’ atau ‘surtanah’. Ini dilakukan pas hari kematian mendiang, ‘Ngesur’ mempunyai arti menggeser, artinya bergesernya alam kehidupan almarhum dari kehidupan dunia ke alam baka. Ini juga mempunyai makna manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah,” kata Mbah Salimin, sesepuh yang biasa menjadi ‘kaum‘ untuk memimpin upacara penguburan jenazah. Beliau juga terbiasa menjadi ‘modin‘ yang ‘masrahke ubarampe‘ atau memimpin ritual kenduri pada acara ‘slametan‘," ucap Suhadi.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Baca Semua Ulasan
MENYUSUI TUYUL

MENYUSUI TUYUL

Pak Haji Imran perlu bukti yang benar-benar kuat untuk membuktikan dan mencegah adanya tumbal-tumbal baru. Dia hanya mengatakan secara samar dan meminta Alisha dan Bintang untuk selalu berhati-hati. "Ada dua orang, Mas, Mbak. Sebenarnya yang satu ini masih belum lama, baru menjalani ritual itu. Dan itu pun karena mendapat komporan dari yang satu ini. Kalau yang satu ini memang sudah lama, dari anaknya masih remaja. Sekarang anak-anaknya sudah mapan," ucapnya.
1039.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

Setelah beberapa saat, Bu Martini mengangkat kepalanya dan mulai menjelaskan. "Ukiran ini berbicara tentang 'Ritual Pembebasan' yang harus dilakukan di Kuil Tertinggi di tengah hutan," kata Bu Martini dengan suara bergetar. "Kitab kuno ini adalah kunci, tapi kita juga membutuhkan beberapa artefak lain untuk menyelesaikan ritual ini." Anisa merasakan campuran antara ketegangan dan antusiasme. "Apa saja artefak yang kita butuhkan, Nek?" tanyanya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Mereka mulai melambatkan ritme liar menjadi lembut seiring mantra Dorka yang juga melambat seperti nyanyian malam yang melangut. Perlahan, mereka menuntaskan ritual dengan cara melumuri tubuh masing-masing dengan darah gadis muda perawan yang sepertinya telah kehilangan nyawanya sejak tadi. Kemudian Dorka memantrai mereka untuk terakhir kalinya. Dorka menyentuh kepala mereka, mencium lembut ubun-ubun mereka, kemudian mengeratkan genggaman tangan satu sama lain.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Mantra Cinta Kakak Ipar

Mantra Cinta Kakak Ipar

tanya Sari. Ridwan yang tadinya telah hampir beranjak pun terhenti. “Tentu, silakan! Ngomong saja!” “Ini soal tumbal,” ucap Sari. “Kamu tenang saja, Sari. Aku sudah sediakan. Kakekmu juga pastinya sudah memberitahumu, kan?” “Iya, aku tahu. Tapi, apa kamu yakin bakalan lanjutin ritual bod*h ini?”
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
PEWARIS BAYANGAN TERAKHIR

PEWARIS BAYANGAN TERAKHIR

Setelah memeriksa sesaat, anggota tersebut merasa lega karena kecurigaannya tidak terbukti. "Gadis-gadis itu akan ditumbalkan untuk ritual yang dilakukan ketua." "Aku tidak paham, Kang, ditumbalkan untuk apa?" "Untuk menambah ilmu. Ketua kita mempunyai ilmu baru yang mengharuskan menumbalkan seratus gadis untuk menyempurnakan ilmunya. Gadis-Gadis perawan itu akan dinikmati oleh Ketua lalu dibunuh dan darahnya dipersembahkan kepada Iblis. Sampai sejauh ini empat puluh tujuh gadis yang sudah ditumbalkan. Setelah ketua nanti berhasil menyempurnakan ilmunya, perguruan kita ini akan menjadi perguruan aliran hitam terbesar dan terkuat." Senyum bangga terlihat di bibir hitam anggota tersebut.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Konspirasi Cinta Pertama

Konspirasi Cinta Pertama

(Semacam perlombaan kecil. Ritual pertama - Berlumba mengunyah dan menelan Umba-umba, (kalau orang Jawa menyebutnya Klepon.) Dalam ritual ini pengantin pria akan menyuapi pengantin wanita terlebih dahulu, lalu kemudian sebaliknya. Dalam ritual ini tak jarang ada yg mual atau bahkan muntah. Karena terlalu berambisi untuk menang, sementara kue umba-umba yang alot kadang nyangkut di tenggorokan kalau di telan dengan buru-buru. Karina dan Raka kompak, mereka mengunyah dan menelannya dengan santai dan bersamaan.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Delia berbisik, "Kenapa kau meminta mereka melihat video trending?" "Wanita tanpa busana waktu itu." Delia melotot mendengarnya dan memukuli Deryn. "Ya, kau mengajak mereka semua menonton tubuh seorang wanita?" "Bukan itu intinya, Sayangku yang cantik. Tulang dan serangga berkaki tiga pasti sudah tersebar luas di internet." Delia diam, dan mulai mengambil ponsel. Sejak tadi tidak berselancar di sana. Memang, kasus kematian yang aneh paling banyak dicari. Delia membacanya dengan meresapi.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
REINKARNASI

REINKARNASI

Dia limbung dan tergeletak di lantai, dengan darah bercucuran yang mengalir di wajahhnya. “Dasar kalian manusia makhluk-makhluk lemah! Tidak ada yang bisa menghentikanku sekarang! Saat ini untuk menyempurnakan ilmuku, aku harus melakukan ritual terakhir yaitu mengorbankan Dewi Gayatri untuk tumbal yang terakhir!” ucap Sang Iblis dengan lantang. “D-Dewi Gayatri? S-siapa Dewi Gayatri yang kamu maksud itu?” tanya Buana dengan terbata-bata.
9.946.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai ritual tumbal terakhir
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status