SETELAH KEMATIAN ISTRIKU
Muncul seorang dokter pria dari balik pintu.
"Gimana Ibu saya, Dok?" tanyaku cepat. Pada Dokter ber-name tag Hilman ini. Terlihat dari wajahnya. Kurasa, dokter ini seusia denganku.
Dokter di hadapanku ini nampak membenahi bagian depan jas dinasnya. "Asam urat Bu Utari naik. Begitu juga hipertensinya. Persendian di bagian kakinya yang paling terkena dampak. Malam ini, biar dirawat dulu. Besok sudah boleh pulang. Untuk sehari-hari nanti pun, Bu Utari disarankan memakai bantuan kursi roda, ya, Pak!"