Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

"Tanya deh Erika dan Shila jika gak percaya." "Apa sih, gak ngajak-ngajak." Riani, Nisa dan Fernita para Mamah muda di keluarga Brahma mulai berkumpul. Sementara para suami mereka sedang asyik ngobrol dan merokok di luar, mereka berkumpul di dalam, agak jauh dari tempat Haifa duduk. "Topik apa, ini?" Nisa yang selalu kepo dengan kericuhan di keluarga Yudha mulai memancing.
9.3260.4K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as ruang chatting
Read
+Library
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

“Kamu anggap apa sih aku selama ini, Ga? Sampai pindah site pun kamu nggak merasa perlu diskusi dulu.” “Kalau pun aku bilang, paling kamu cuma reply dua huruf aja. OK. Sudah. Buat apa? Bikin orang jengkel aja.” “Oh, jadi kamu jengkel kalau aku reply dua huruf itu? Kalau gitu kenapa kamu nggak coba panjangin tu W*? Kalau kamu panjangin, apalagi bilang urusan ini, nggak bakal aku jawab cuma pakai dua huruf itu aja!” Aku sudah berdiri di hadapannya. “Lagian, urusan sepenting itu nggak bisa cuma lewat chat, Ga. Itu harus kita omongin serius. Kalau nggak bisa ketemu ya minimal nelepon. Dan apa harus secepat itu kamu iyakan? Nggak bisa nunggu kita diskusi dulu?”
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 642 Times as ruang chatting
Read
+Library
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

sahut Bang Fachri. Si pegawai bernama Zul itu menyalami Matari dan Praja bergantian. Praja tampak antusias memperhatikan bilik demi bilik. “Bang, bisa main online di sini ya?” tanya Praja. “Bisa dong. Ada CS tuh, Ragnarok, Warcraft, mau apa, cek aja sendiri dah! Ada paketnya juga, paket anak sekolah, paket 2 jam, paket malam-malam. Macem-macem nih… minat?” sahut Bang Fachri. “Tapi karena gue pernah kena gerebek Pak RT sini, khusus anak sekolahan baru boleh main di atas jam 2 siang ya. Sabtu Minggu mah bebas.”
12.7K viewsCompletedAdded to Library 291 Times as ruang chatting
Read
+Library
MINDREADERS: Kisah Sang Wanita Pembaca Pikiran

MINDREADERS: Kisah Sang Wanita Pembaca Pikiran

"Selamat datang di ruang rekreasi. Disini tempat hang out anggota-anggota klan." Aku melihat sekelilingku. Ada meja biliar, TV berukuran besar, bar di sudut ruangan penuh dengan botol anggur, play station, sofa-sofa kecil, dan tak lupa lampu-lampu disco yang tergantung di atap serta sudut-sudut ruangan. Ruangan itu dipasang wallpaper warna putih dan ada sudut -sudut yang dipasang warna emas.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 332 Times as ruang chatting
Read
+Library
Sidekick

Sidekick

kata Ronald sambil menunjukkan WA grupnya. “Beneran tuh?” sahut Yudha. “Beneran, makanya kalo punya grup WA dibaca dong, bro!” sahut Ronald. “Bukannya gitu, grup gue udah banyak banget. Project inilah, itulah, capek gue. Thanks ya, udah ngasih tahu. Lo sendiri gimana, Ri?” timpal Yudha. “Belum ada kabar. Ya semoga aja giliran. Lagian lounge mana yang muat seluruh karyawan? Di lounge kan sosialisasinya, bukan di ruang serbaguna?” sahut gue.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as ruang chatting
Read
+Library
Ditiduri Majikan

Ditiduri Majikan

Klunting! Chat dari Lingga, chat yang isinya adalah nomor kontak Roland yang tadi Adis minta. Adis menyimpan nomor Roland dan mulai masuk ke chat room. [Hay, Roland] [Aku Adisti Putri Miranti.] [Lama kita nggak pernah bersapa. Kabarmu bagaimana?] send Roland ** Di Jakarta sini.
1032.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as ruang chatting
Read
+Library
Satu Kampus Bersama Pacar

Satu Kampus Bersama Pacar

Farel : iya emang kenapa gua mau chattingan sama lu tapi lu ngga bales-bales gua Maira : tapi sabar napa ngga usah ngespam juga udah tau gua juga lagi ada masalah, ah ganggu aja lu berisik tau Farel : oh gitu sorry deh Maira, gua kira lu sengaja ngga bales orang chatting dari kemaren juga ngga dibales Maira : iya terserah gua dong iya udah ah jangan spam gua ya Maira langsung menaruh handphonenya dengan perasaan yang kesal. Akhirnya Maira pun melanjutkan istirahatnya tanpa menchatting siapa-siapa. Sementara itu Riski yang sedang di dalam tempat kostnya, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintunya. “Tokk...tokk...tokk.” Riski yang mendengar itu bangun dari kasurnya dan mencoba melihat keluar.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 209 Times as ruang chatting
Read
+Library
Terjerat Hasrat Tuan CEO

Terjerat Hasrat Tuan CEO

Ulang Vania seolah tak bisa mendengar dengan jelas perkataan Renita, “gosip apa?” “Euh … itu. Mereka mempunyai sebuah grup chat. Grup tempat mereka berkicau tentang semuanya,” tutur Renita. Gadis itu seakan kehilangan nafsu makannya setelah merasa kebablasan menceritakan grup yang bahkan kerap membulinya, “grup yang menyebalkan.” Tak perlu menunggu lebih lama, sekelompok wanita duduk tepat di belakang meja mereka. Para staf wanita itu terlihat sibuk dengan makan siang mereka masing-masing sambil bercengkrama.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as ruang chatting
Read
+Library
My Destiny

My Destiny

sambung Bambang. "Lo liat ini, Bang. Cowok semua yang nge-chat gue, ganjen banget 'kan mereka. Iya gue emang cakep, tapi kalau di chat mulu jadi risih," ucap Ayu yang memperlihatkan 100 pesan masuk belum dibuka oleh Ayu.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 230 Times as ruang chatting
Read
+Library
Devil Bodyguard (INDONESIA)

Devil Bodyguard (INDONESIA)

Dengan keberanian extra, Rena kembali mengambil ponsel tersebut dan membuka aplikasi Chat. "Silva Sayangku?" gumam Rena saat membaca salah satu nama di bar Chat ponsel Ervin. Dengan penasaran, Rena membuka room chat tersebut. Dan betapa terkejutnya Rena saat isi chat Ervin dengan Silva Silva itu sangatlah vulgar. Bahkan mereka sampai membicarakan hubungan intim. Rena menscrool dari itu ke atas dan mendapati banyak kata-kata vulgar. "Aku kasih kewanitaan aku kamu mau? Jilatin ya.."
1076.8K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as ruang chatting
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status