Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantuku Selalu Diam Di Kamar

Menantuku Selalu Diam Di Kamar

pintaku memelas. "Tidak bisa, semua ini punyaku. Sana Ibu minum saja yang banyak biar Ibu kenyang," katanya sambil berlalu pergi ke kamarnya. Kemudian Wati juga mengunci pintunya, rupanya Wati ini selain tipe orang yang temperamen, tapi ia juga ternyata sangat rakus. Tapi aku juga merasa bersyukur karena dengan adanya nasi kotak ini, aku tidak harus berhutang untuk memberi apa yang Wati mau. Karena aku memang tidak pernah berhutang, jadi merasa berat melakukannya. Setelah Wati masuk kamar, aku segera pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan berwudhu, sebab sudah waktunya shalat dzuhur.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 423 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Ketika Bertemu Denganmu

Ketika Bertemu Denganmu

ucap Neil memberikan informasi. Belva memandang satu meja lebar yang cukup untuk menggelar lembar biru yang kerap digunakan para arsitek dan design interior untuk merancang gambar. Terlihat bebas dan lepas. Dia jadi bepikir untuk membuat satu ruang kerja yang nyaman untuk dirinya setelah melahirkan nanti. “Baiklah, aku akan memberikanmu ruang untuk bekerja,” kata Belva sambil beranjak dari duduknya.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 608 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Milikmu

Terpaksa Menjadi Milikmu

Ia kemudian berjalan menuju ruangan yang terakhir di lantai itu, kamar milik orang tuanya. Husam menghela napas pelan sebelum membuka pintu kamar itu. Aroma pengharum ruangan yang tak asing lagi baginya menyeruak di hidungnya. Kamar itu adalah kamar yang paling besar di rumah ini, biasa disebut kamar rose gold karena interior eksplisitnya terbuat dari emas. Bahar, ayah Husam merancangnya khusus untuk Risa, ibu Husam. Sebagai hadiah.
6.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Mencintaimu

Mencintaimu

Otaknya butuh rehat dan perutnya pun butuh asupan makanan. "Yuk!" Seperti biasa, Zara selalu menggandeng tangan Lova mesra. "Kamu tahu, gak, katanya hari ini ada menu baru? Menurut kamu apa?" "Gue gak mau ke kantin. Ke tempat Bude aja." Tempat yang dimaksud Lova ialah warung kecil yang terletak di belakang sekolah. Dan kebetulan Lova sudah cukup akrab dengan pemilik warung yang dipanggil Bude olehnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
C E O Dingin itu Mantan - Ku

C E O Dingin itu Mantan - Ku

ucap Utomo pada wanita yang membukakan pintu gerbang. “Ya silakan masuk,” pinta wanita muda itu dan Utomo pun mengekor di belakanginya. “Duduk dulu.., Miss Jill lagi berenang,” ujarnya meninggalkan Utomo yang terkesima dengan interior dari ruang tamu yang berisi kursi dari rotan berwarna putih dengan spons tempat duduk berwarna hitam.
9.526.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 890 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

Kami duduk berhadapan di ruang tamu, dia terlihat bingung karena aku diam saja. "Sebenarnya kamu ingin ngomong apa?" tanyanya lirih. "Tolong bantu cariin kontrakan," jawabku. "Kenapa kamu ingin pindah ke kontrakan? Apa apartemen ini kurang nyaman buat kamu?" "Kita tidak ada hubungannya apapun, Kak. Tidak pantas tinggal bersama." "Masa iddahmu kan sebentar lagi selesai." "Apa hubungannya masa iddahku sama Kakak?"
10117.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Aku Hanyalah Wanita Bayanganmu

Aku Hanyalah Wanita Bayanganmu

"Oh astaga... Tidak akan terjadi apapun. Kau hanya mengantarkan minuman ini langsung pergi. Jika diberi tips ambillah, dan jika mereka menggodamu bilang saja kalau kau hanya pelayan di sini." Cailey menghembuskan napasnya sangat berat. Dia diberi pakaian berwarna serba hitam. Tak pikir panjang lagi, Cailey menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Shopia. Tepat di pintu kamar yang bertuliskan angka 202, Cailey berhenti sejenak untuk menyiapkan diri. Setelah dirasa penampilannya cukup, dia membuka pintu kamar. Cailey bisa melihat kepulan asap, dan lampu yang menyala terang berbeda dengan kamar lain yang lampunya berwarna-warni. "Permisi, sebotol Limoncello dan es batunya sesuai dengan pesanan
684 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Nyawaku Untuk Obatmu

Nyawaku Untuk Obatmu

Seolah-olah mereka akhirnya memecahkan masalah besar. Saat aku menatap ruangan yang gelap dan suram itu, setetes air mata mengalir di pipiku. Aku dengan sembarangan mengusap air mata di sudut mataku dan memutuskan untuk membuang semua barang di kamar itu. Bagaimanapun juga aku hampir mati. Barang-barang ini kalau disimpan hanya akan mengganggu pemandangan mereka. Jadi lebih baik dibuang saja. Barang-barang yang ada di dalam kamar tidak banyak. Selain perlengkapan sehari-hari, hanya ada beberapa bingkai foto.
22.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 774 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Untuk Diriku yang Pernah Mencintaimu

Untuk Diriku yang Pernah Mencintaimu

Acuh tak acuh, tenang dan teguh. "Untuk kalian yang sepertinya khawatir padaku..." Aku lanjut, suaraku pelan tapi tajam. "Aku lulus dari Universitas Cakra Buana, sarjana dan pascasarjana dengan beasiswa penuh. Semua SKS aku lewati. Aku nggak butuh siapa pun dan nggak akan pernah membutuhkan orang untuk menanggung hidupku." Ruangan mulai sedikit hening.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Kamu Hanya Milikku Seorang

Kamu Hanya Milikku Seorang

perempuan gugup menjawab Alex. "Sora? Siapa dia? Dan lukisan apa yang dipamerkan?" tanya Alex. "Anu, dia seorang ketua klub melukis, lalu untuk lukisannya... Aku tidak tahu, kamu lihat saja sendiri!" perempuan itu lari menjauh karena malu berhadapan dengan Alex. "Eh dia kenapa?" ujar Alex yang heran. Sementara itu Yuna di rumah masih sibuk mencari bukunya. "Aduh... Bukunya aku letakkan di mana ya? Di meja tidak ada, di tempat sampah juga tidak ada. Lalu di mana lagi aku harus mencarinya?"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai ruang untukmu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status