Menantuku Selalu Diam Di Kamar
pintaku memelas.
"Tidak bisa, semua ini punyaku. Sana Ibu minum saja yang banyak biar Ibu kenyang," katanya sambil berlalu pergi ke kamarnya.
Kemudian Wati juga mengunci pintunya, rupanya Wati ini selain tipe orang yang temperamen, tapi ia juga ternyata sangat rakus. Tapi aku juga merasa bersyukur karena dengan adanya nasi kotak ini, aku tidak harus berhutang untuk memberi apa yang Wati mau. Karena aku memang tidak pernah berhutang, jadi merasa berat melakukannya. Setelah Wati masuk kamar, aku segera pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan berwudhu, sebab sudah waktunya shalat dzuhur.
Bab Populer