Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Euforia

Euforia

Dan disinilah mereka sekarang, di warung kecil yang untungnya ada berjualan makanan berat, karena perut keduanya sudah dilanda keroncongan sejak tadi. Nindi mengambil semangkok mie yang disodorkan kepadanya, lalu menatap Eiden dengan tatapan dalam. "Hei, Poseidon." Eiden menatap tak percaya, ternyata Nindi masih saja menamainya dengan sebutan Poseidon. Tak mau kalah, Eiden menjawab, "Apaan, sih? Dasar tikus got." Bola mata Nindi membulat, "APA? TIKUS GOT?!" tangannya refleks menggebrak pelan meja.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as rudeus x eris
Read
+Library
Mengejar Cinta Biduan Malam

Mengejar Cinta Biduan Malam

Ujar seorang wanita yang sejak tadi sibuk menuangkan minuman di gelas Juan. "Hemh, aku lebih senang mengulur kabel mic, dari pada berada di tempat ramai seperti ini, kurang begitu nyaman, hanya saja aku ada sedikit urusan degan dia!" jari telunjuk Juan mengarah ke panggung tepat dimana Risa berdiri. "Erisa?" tanya wanita yang duduk di sampingnya itu agak mengernyit tak percaya. "Ya, Erisa Kalista." Jawab Juan dengan sudut bibir yang sedikit terangkat menyunggingkan senyum samar.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as rudeus x eris
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Dik, dengarkan saranku. Ikutlah denganku. Aku bisa membuatmu hidup penuh kemewahan dan kejayaan sepanjang hayatmu." Sambil berbicara, Eris menyesap segelas anggur merahnya, lalu meneruskan, "Gimana? Sudah kamu pertimbangkan? Kalau kamu mau ikut denganku, duduklah sekarang, temani aku minum segelas. Tapi kalau kamu tetap memilih jalan ini ...." "Kenapa?" tanya Ewan. Tatapan Eris mendadak berubah dingin. Dari sela giginya, keluar tujuh kata. "Yang tunduk padaku makmur, yang menentangku binasa."
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 27.1K Times as rudeus x eris
Read
+Library
Era Baru

Era Baru

seru pria paruh baya itu sambil mengacungkan kapak besarnya ke arah pemuda itu dengan aura berdarahnya. “Ya … toh, aku tidak tahu apa kita bisa hidup atau tidak. Semoga saja, dua faksi yang tersisa akan mengerti gerakan mereka atau masalah ini hanya bisa kita selesaikan dengan mempertaruhkan nyawa kita sendiri. Huft … ini benar-benar menyebalkan,” balas Wero dengan wajah yang pucat. Dia merasakan tekanan hebat dari pasukan yang datang. Seolah-olah mereka datang dari masa lalu dimana kekuatan tenaga dalam masih ada. Wero menatapnya dengan cemas dan merasa pertempuran buruk akan datang 1
1057.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as rudeus x eris
Read
+Library
Ry & Ruu

Ry & Ruu

seru Ruu. Ry cengengesan kemudian berdiri. "Maaf," ucapnya. Tanpa malu Ry memeluk Ruu. Tidak peduli walaupun mereka jadi pusat perhatian. "Aku kan heran, kok Ruu tiba-tiba jadi kayak cowok dewasa gitu ngomongnya." Ry menggambar pola abstrak di dada Ruu yang memakai seragam Mobieus. Dasar manja, pikir Ruu gemas. Diusapnya pucuk kepala Ry. "Aku nggak marak kok."
4.2K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as rudeus x eris
Read
+Library
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

"Setelah aku menjanjikan dunia padanya?" "Yang Mulia, awas!" Silas menerjang maju lalu menarik Xaverius tepat saat sebuah pilar cahaya perak menghantam posisi berdiri sang Raja Iblis tadi. Blarrr! Debu dan puing bangunan beterbangan. Di tengah kepulan asap, Eris berdiri dengan belati hitam yang kini dialiri sihir merah. Senyum di wajahnya yang menyerupai Sarah yaitu wanita yang menghantui mimpi buruk Aurelia tampak begitu mengerikan.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as rudeus x eris
Read
+Library
Ethereal

Ethereal

Hujan dan kuburan Ibunya lah yang menjadi saksi dari sumpah Tirtan hari itu. Dan semoga memang tak ada satu dewa pun yang bisa memisahkan mereka. "Selamat datang di Ethereal" Kini Wendy sudah berusia 24 tahun, sepenuhnya dewasa dan pulih dari keterpurukan. Wajah dan tubuhnya yang semakin menawan dan perawakannya yang mulai riang.
102.9K viewsOn holdAdded to Library 62 Times as rudeus x eris
Read
+Library
Wait At 24

Wait At 24

Aku mulai berjaga-jaga ketika tangan Eris berusaha melingkarkan tangannya di pinggangku dan memelukku dari samping. "Kang!!" Aku menggertaknya ketika tangannya perlahan menggerayangiku. "Akang suka sama Neng," Kata Eris berbisik di telingaku dengan santai. Bisikan yang menjijikan dan membuatku mulai merasa ketakutan, saat itu tangan Eris sukses mendekapku dengan kencang tanpa memberi sedikitpun celah untuk bergerak. Mata Eris merah, nafasnya tersengal dan pandangannya mengingatkanku pada pandangan Ressa saat malam tahun baru. Aku ingin berlari kencang dan menangis, tapi aku tidak sanggup karena Eris sudah menjelma seperti singa yang siap menerkam. Melihatku sedikit berontak, Eris semakin mem
103.4K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as rudeus x eris
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status