Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Mantra usai, "ruh' keluar dari raga, lalu pelan-pelan menjelma seekor burung pungguk, oleh kami menyebutnya burung hantu; berukuran raksasa!
Wusn!
Aku terbang keluar lewat jendela.
Kini aku sudah berkelabat menuju belakang rumah. Hinggap di dahan pohon sebentar, mengendus keberadaan kucing yang dibicarakan Aditia tadi.
Mengikuti jejak aroma amis darah Mariana, pada akhirnya penelusuranku berakhir pada sebuah rumah di tengah desa!
"O... ternyata kamu pelakunya!"
Mata burung hantuku kini melihat bayangan seekor kucing di belakang rumah sana. Dia juga berukuran tidak lazim. Berwarna hitam, sepasang kaki belakangnya jauh lebih tinggi dari kaki depannya.