Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
30 Hari Bersama Ceo Angkuh

30 Hari Bersama Ceo Angkuh

Dia jadi teringat dengan kenangan pahit yang berhubungan dengan makanan manis tersebut. Saat dia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, di dekat rel kereta api tua dengan alasan ice cream. "Kita beli saja, ayo!" Dominic segera menarik Anna yang melamun. Dia pikir Anna suka dengan ice cream. Pria itu melihat beberapa jenis ice cream, lalu mengambil dua wadah besar ice cream rasa vanilla untuk mereka makan di rumah nanti. "Sepertinya terlalu banyak, Dom."
10121.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
My Step Brother

My Step Brother

Aku meraih ponselku, segera membuka YouTube dan mulai mencari bagaimana membuat rujak ice cream. Itu mustahil mencari abang-abang tukang rujak ice cream dijam empat pagi tapi aku masih bisa menemukan Supermarket 24 jam untuk mencari bahan-bahan yang mungkin dibutuhkan untuk membuat rujak es cream. Merasa pembuatannya tidak cukup sulit untukku, aku segera menyalakan gps mobilku menuju sebuah supermaket besar yang masih buka, aku masih terus mendengarkan video YouTube itu sepanjang perjalanan, mencoba memahami step by step pembuatannya.
9.825.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 852 kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
Under The Skies of Yokohama

Under The Skies of Yokohama

Selama ini pria itu selalu menganggap ice cream sebagai makanan anak kecil, kenapa sekarang ia secara sukarela akan memakan ice cream? “Siapa bilang aku tidak suka? Baru-baru ini aku sangat menyukai ice cream terutama rasa choco mint. Kau tidak bisa makan ice cream karena sedang mengemudi. Kau mau mobilmu menabrak pembatas jalan dan membuat kita semua terluka?” Minoru membuat wajah terkejut. Apakah Kenichi sesuka itu pada ice cream choco mint sampai bersikeras ingin memakannya?
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Terlihat bibirnya memamerkan gigi putihnya. "Iya, Mas?" balasku. Aku sudah tegar sekarang. Walau masih terasa kehilangan, tapi aku sudah agak tegar. Tak seperti awal-awal ditinggalkan. "Mau nggak?" tanya Mas Maftuh. Tangannya memperlihatkan apa yang ia bawa. Kening ini melipat. Untuk lebih memastikan apa yang sedang ia tawarkan. Seketika bibir ini mengulas senyum. Ice cream. Ya, satu rumah ini memang suka ice cream.
1074.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
Musuh Tapi Menikah

Musuh Tapi Menikah

"Gak usah sayang. Itu buat Kakak aja." "Iya itu buat Kakak aja. Karena Mama udah om belikan yang rasa coklat." Gilang ikut menjawab. Lalu pria itu memberikan satu cup ice cream yang Jihan pesan tadi. Nindya pun mengangguk lalu kembali memakan ice creamnya dengan lahap. Karena setelah beberapa hari ibunya tidak membelikannya ice Cream kesukaannya. Hanya ada ice Cream rasa vanila dan coklat di kulkas milik Omanya. "Setelah ice cleamnya habis. Kakak boleh main plosotan kan Ma, pengen main plosotan."
1030.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
Melukis

Melukis

Toko itu memiliki desain ruangan yang menggemaskan dengan berbagai bentuk es krim dan makanan lainnya untuk menghiasi ruangan, seperti tiang lampu yang menyerupai lollipop, meja yang menyerupai es krim mochi dan bentuk-bentuk lucu lainnya. Mereka menempati meja nomor delapan. Tian memesan es krim rasa vanilla dengan roti sebagai bawahnya, Raina memesan es krim rasa cokelat dengan banyak topping di atasnya, dan Aruma memesan es krim rasa vanilla dengan waffle sebagai bawahnya. "Kak Ian tau nggak pameran yang diadain bulan depan itu tanggal berapa? Soalnya kak Raina nggak ngasih tahu." Nada bicara Aruma menyindir Raina.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
My Cold Daddy

My Cold Daddy

Tanya Ricky. "Ehm, ya." Jawab Mia dengan singkatnya. Ricky pun mengangguk dan mengenggam tangan Mia. Tangan satunya lagi jelas memegang ice cream cone miliknya. Begitupun dengan Mia. "Mila dibeliin ice cream juga atau tidak?" Tanya Ricky dan dibalas gelengan oleh Mia. "Tidak perlu, lagipula bisa mencair dan tidak enak nantinya. Tidak perlu repot-repot bawa apapun jika datang ke rumanya. Mila pasti mengerti banget kok, hehe." Jawab Mia.
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Aku nggak kepikiran sejauh itu, tapi kalau menurutmu itu yang paling pas, it’s okay.” Butuh hampir seharian penuh untuk membereskan semuanya. Saat matahari mulai condong ke barat, apartemen itu akhirnya mulai terasa seperti rumah. Kardus-kardus sudah jauh berkurang, rak buku terisi, dan kasur terpasang rapi. Malam itu, mereka memilih memesan makanan, terlalu lelah untuk sekadar memikirkan masak. “Besok aku mulai kerja lagi,” kata Arsen sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
10651 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
Trapped by sexy Model

Trapped by sexy Model

Dave berjalan menuju minimarket yang masih berada di satu gedung di apartemen tersebut. Dia tiba di minimarket dan langsung mencari apa yang ingin dia beli. Lalu dia berniat membeli ice cream untuk membuat desert. Dave lebih memilih membuat semua makanannya sendiri dibandingkan membeli diluar. Dia hendak membuka lemari pendingin yang berisi ice cream, namun seseorang juga hendak melakukan hal yang sama dengannya. Sebuah tangan mungil berada tepat di atas tangannya. Dia dan pemilik tangan mungil itu sama-sama menoleh dan saling menatap.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 726 kali sebagai rumah ice cream
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status