PRAS, and his destiny
Tampak rumah dengan bangunan baru berdiri kokoh di sana, bercat putih bersih dengan pemandangan kebun anggur di hadapannya, tak terlalu besar, namun halaman rumah yang di Tanami rerumputan juga beberapa tanaman bunga yang cantik, membuat Laurent menganga.
“Happy aniversery, Laurent Margareth Hadilaksmono, terima kasih sudah mendampingiku sampai tujuh belas tahun lebih ini, menerima kekurangan suamimu yang sudah tua ini dengan baik. Menjadi ibu yang sempurna untuk Alexander, dan mampu menjalani takdir juga ujian hidup yang luar biasa bersamaku.” Pras mencium kening Laurent, masih di dalam mobil, keduanya lalu turun dan berjalan ke dalam area rumah. Semua sudah rapi, saat Laurent memutar kunci
Hot Chapters