Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAIN HATI

MAIN HATI

Itu diambil agar aku atau Gray bisa berpapasan tanpa disengaja nantinya. Huft! Aku mengedarkan pandangan untuk melangkah riang sambil menikmati pemandangan rumah-rumah penduduk yang memiliki ciri khas. Warna catnya berwarna-warni. Seperti menghidupkan suasana ceria dan lembut secara bersamaan. Aku terlalu fokus pada sebuah rumah dengan dinding berwarna magenta, ketika akhirnya Gray benar-benar tiba di depanku.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Aku sempat mengantar ayah menempelkan tulisan itu di beberapa sudut komplek rumah ini. “Bisa laku cepat nggak ya rumah itu?” tanya ibu penasaran “Bismillah aja, Bu. Ayah sama Danu juga udan promosiin ini sama teman-teman. Siapa tau ada kerabat atau anggota keluarga mereka yang lagi cari rumah.” “Bagus lah, kalau gitu. Lagipula, ini kan baru tiga hari. Nggak mungkin kalo langsung laku.”
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

sapanya ringan. “Selamat pagi juga, Nona,” jawab Adrian sambil mengangguk sopan. Tatapannya sekilas turun ke keranjang belanja di tangan Aira, lalu kembali ke wajahnya. “Persiapan pameran?” Aira mengangguk kecil. “Iya. Stokku banyak yang habis, sekalian nyari warna baru.” Adrian melirik isi keranjang senimannya. “Pilihan warnanya cukup kuat. Ivory pasti suka.”
10780 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Pernah Kau Buang

Wanita Yang Pernah Kau Buang

Satria membalas memeluk erat Anisa, kini keduanya larut dalam keromantisan yang diciptakan dengan kesendiriannya. "Ayo masuk kita lihat dalamnya," ajak Satria yang mengurai pelukan Anisa. Dengan semangat ia menganggukkan kepalanya, penasaran juga bagaimana desain dalamnya dilihat dari luar rumah ini terkesan hangat dan indah. Anisa yakin dekorasi dalam tak kalah indahnya. Kedua mata Anisa membeliak terpana akan dekorasi dalam rumah. Ruang tamu yang dicat cream dengan sofa berwana coklat muda, karpet bulu dibawa meja tamu membuat kesan elegan nan hangat.
11.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
Katakan Saja Ini Takdir

Katakan Saja Ini Takdir

Interior ruangan masihlah tetap sama, terkesan mewah dan hangat dengan ornamen berwarna serba cream. "Kalian sudah datang." "Mama Dera." "Tante Dera."
1019.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 754 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
Sangkar Emas Pernikahan

Sangkar Emas Pernikahan

Luasnya tiga kali lipat rumah Kayla. "Ya, di sini," ujar Rumini seraya menunjuk rumah berwarna cream itu. Senyum terlihat menghiasi bibir keriputnya. Di pintu gerbang tampak berjaga dua orang security. Mereka bergegas menghampiri mobil Kayla dengan sikap menyelidik.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
C E O Dingin itu Mantan - Ku

C E O Dingin itu Mantan - Ku

Berjumlah empat dan berwarna coklat muda dipadu dengan wallpaper pada dinding ruangan itu berwarna cream dengan bunga melati putih. Pada sisi sofa tunggal berwarna coklat muda itu ada dua pohon asem yang di bonsai menyerupai Water fall. Dan pada dinding ruangan itu terdapat pula photo dalam bentuk sketsa tiga orang yang merupakan photo keluarga dari CEO muda tersebut.
9.526.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 838 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
PRAS, and his destiny

PRAS, and his destiny

Tampak rumah dengan bangunan baru berdiri kokoh di sana, bercat putih bersih dengan pemandangan kebun anggur di hadapannya, tak terlalu besar, namun halaman rumah yang di Tanami rerumputan juga beberapa tanaman bunga yang cantik, membuat Laurent menganga. “Happy aniversery, Laurent Margareth Hadilaksmono, terima kasih sudah mendampingiku sampai tujuh belas tahun lebih ini, menerima kekurangan suamimu yang sudah tua ini dengan baik. Menjadi ibu yang sempurna untuk Alexander, dan mampu menjalani takdir juga ujian hidup yang luar biasa bersamaku.” Pras mencium kening Laurent, masih di dalam mobil, keduanya lalu turun dan berjalan ke dalam area rumah. Semua sudah rapi, saat Laurent memutar kunci
9.812.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Rumah Terryn pun tak jauh dari kebun bunga yang dibelinya. “Satu … Dua … Tiga!” seru Deva setelah dia membuka penutup mata Terryn. terryn memandang penuh takjub sekeliling rumahnya itu. Rumah yang dominan kayu itu dicat berwarna putih dengan kombinasi biru dan sedikit aquamarine yang seakan-akan mereka sedang berada di pantai. Perabot dan beberapa hiasan rumah pun masih didominasi dengan paduan ketiga warna itu.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai rumah warna cream
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status