Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Mungil Sang Penguasa

Istri Mungil Sang Penguasa

Anjing mungil itu melengkungkan badannya, suara dengkuran nafasnya terdengar bersahut-sahutan sehingga membuat Valerie tersenyum. Karena Emrys tidak menyukai hewan mungil itu namun dia mengizinkan Valerie memeliharanya, Valerie membuat rumah kecil Rys di balkon kamar. Dia mengatur sedemikian rupa supaya rumah Rys tidak terkena air hujan dan panas matahari yang berlebihan. [Apa Tuan Emrys sangat marah padamu?] Dia membaca pesan yang baru masuk dari Zach. Valerie menarik nafas, lalu mengetik di layar ponselnya.
1065.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Haji Komar, orang terkaya di desanya pagar rumahnya biasa saja. Mirna hanya tersenyum mendengar celetukan gadis itu. “Ayo masuk,” ajaknya sambil membuka pintu rumah, gadis itu mengikutinya. Chandra melayangkan pandang, rumah bergaya minimalis dengan taman kecil itu kelihatan sunyi dan muram. Sisa-sisa rintik hujan tadi pagi masih terasa basah pada daun-daun bunga kamboja, bougenvile yang berserakan menutupi rumput yang mulai meninggi. Sedangkan bunga gantung yang berderet indah di teras sebagian layu dan kering.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
A Wife's Diary

A Wife's Diary

Wanita itu sepertinya sengaja memperlihatkan kulit putih dan mulus itu kepada Fadil. "Hai, ayo ke rumah!" sapa wanita itu ramah, yang kemudian mengajak Fadil berjalan menuju ke rumahnya. Fadil berjalan di belakang Melati. Sesekali, mereka saling berpandangan dan tersipu malu. Tidak lama kemudian, sampailah di sebuah rumah kecil dan sempit tanpa halaman rumah, yang hanya berukuran empat kali lima meter. Teras rumah yang hanya berukuran satu meter itu berada tepat di samping gang.
7.712.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
Dalam Genggaman Tiran Tampan

Dalam Genggaman Tiran Tampan

Jalanan lebar dengan pepohonan rapi di kanan kiri dan rumah-rumah besar berdesain modern berjajar indah. Mobil berhenti di depan sebuah rumah dua lantai bergaya modern classic. Dindingnya putih gading dengan detail ukiran halus di pilar, jendela besar berjajar rapi, dan halaman depan yang ditata dengan taman kecil serta air mancur mungil. Belle menatap Dante, matanya membulat. “Kita … mau ke sini?” Dante turun lebih dulu, lalu membuka pintu untuk Belle. “Ini rumah kita,” katanya tenang.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
Cintai aku, Berondong!

Cintai aku, Berondong!

“Sayang banget. Soalnya gue udah niat jadi yang tengil khusus buat lo.” Mereka duduk di ruang tamu. Tirta melihat sekeliling, matanya menyapu tumpukan mainan di pojok ruangan, rak buku yang hampir roboh, dan dinding dengan coretan krayon warna-warni. “Ini... rumah kecil. Tapi hangat,” katanya. “Hangat karena gak ada AC,” timpal Meysi, membuat Tirta tertawa.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

“Tidak!” Hingga akhirnya, mobil berhenti di sebuah rumah mungil cantik minimalis. “Ayo keluar!” ajak kak Leo. Aku pun turun dari mobil sambil memandang rumah mungil yang cantik ini. Rumah minimalis dengan cat berwarna putih, di depannya ada taman kecil berpagar kayu. Kak Leo mengeluarkan kuncinya dan menyuruhku masuk, “Masuklah.”
9.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
Tiga Cawan Sakti

Tiga Cawan Sakti

Asap mengepul hampir dari seluruh rumah yang jaraknya cukup berjauhan. Elgar mengajakku masuk ke salah satu rumah yang begitu indah. Sebenarnya rumah ini hanya terbuat dari batu-bata biasa tanpa ornamen lain yang menghiasinya, namun ratusan mawar yang ditanam di depannya membuat rumah kecil ini begitu nyaman. “Masuklah Jenna. Ini rumahku.” Elgar membuka pintu dan mempersilakanku masuk.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA

DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA

Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Ardan tancap gas menuju tempat yang di maksud orang suruhannya. Dari dalam mobilnya, ia menatap rumah yang tidak terbilang kecil namun, rumah itu memiliki ciri khas tersendiri. Rumah yang di usung klasik dengan taman bunga dan buah di halaman depan mempercantik dan menyejukkan bagi siapapun yang melihatnya bahkan berteduh di bawahnya. Rumah yang terlihat sederhana itu adalah rumah yang membuat Kemuning dan Arka nyaman jauh lebih nyaman dari sebelumnya. Ardan melihat bagimana Di sana, Kemuning terlihat bersama Arka. Ia tahu di balik cadar wajah itu masih pucat, tubuhnya terlihat lebih kurus, namun tawa itu, tetap ada. Tawa yang justru membuat dada Ardan t
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
Kaki Kaki Mungil

Kaki Kaki Mungil

Ocehan masih terus berlanjut sepanjang jalan berbatu. “Ayo masuk.” Dipersilahkan Hanna masuk ke rumah dengan pekarangan yang luas dirimbuni pepohonan. Bambu-bambu mengelilingi rumah menggantikan tugas pagar besi. Rumah itu memang tidak cukup besar akan tetapi sepertinya siapapun yang datang kerumah ini pasti betah berlama-lama duduk diam di teras beratap kayu unik. “Lhooo…malah diam disitu. Ayo sini,” panggilnya. Dihentikan decak kagum Hanna pada pekarang sembari mendekati si ibu muda yang sekarang berdiri membawa baki dengan dua gelas teh berasap di teras. “Terima kasih, Neng Mila.” Annisa menyodorkan gelas teh sesaat setelah Hanna duduk di salah satu kursi. “Eh, Neng Mila, kan?” tanya Han
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
Simpan Pinjam Istri

Simpan Pinjam Istri

Benar keduanya semakin cantik dan berbinar. “Ayo, tunggu apa lagi? Jangan lama- lama menderita di situ, lo. Kita punya rumah juga, loh. Bagus banget. Lihat!” Sebuah gambaran rumah mungil di tengah kebun yang luas muncul dalam benak Dita. “Tuh, elo demen banget sama rumah kayak gitu sejak kecil, kan?” Dita mengangguk. “Iya, itu rumah idaman gue. Gue mau, Bon. Lo masih nerima gue?”
1017.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 648 kali sebagai rumah mungil cantik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status