ISTRI SIRI TENTARA ALIM
Bu Gita, pemilik WO, setelah berbincang dengan Pak Warno, berkeliling mengontrol segala sesuatunya agar terlaksana dengan baik.
Di halaman rumah yang luas, meja panjang dipenuhi hidangan khas hajatan. Ada tumpeng kuning, ayam ingkung, serundeng, dan aneka jajanan pasar. Dapur di bagian belakang pun tak kalah sibuk. Ibu-ibu sibuk mengiris, mengulek, dan menggoreng. Asap dari pembakaran sate kambing yang baru dibakar, membumbung tinggi, menyatu dengan tawa riang orang-orang yang membantu.