Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik
Kini Satria sudah sampai di depan rumah kecil yang sederhana saja bertipe 36, tapi rumah ini kokoh dan terbuat dari beton.
“Sepi sekali rumah ini, moga saja orangnya ada?” batin Satria, lalu ketuk rumah ini, ketukan pertama dan kedua tak ada sahutan.
Ketukan ke 3, barulah terdengar langkah kaki menuju pintu.
Begitu terbuka, Satria menatap orangnya, mirip Ajeng tapi lebih muda.
“Maaf…ini benarkah rumahnya Ajeng…?” tanya Satria sambil menatap wanta manis putih, bertubuh agak mungil ini.