Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3429.8K viewsCompletedAdded to Library 15.0K Times as sajak karya godi suwarna
Show Reviews (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Read All Reviews
200 Sajak Tentang Awan

200 Sajak Tentang Awan

26 Januari 2011 ‘Dapat melihat cahayamu sebelum kamu kembali kerumah Hanya itu yang membuatku merasa lebih baik Mungkin kelak mataku tak mampu lagi menatapmu Sedalam aku melakukannya saat ini Perasaan ini tak semestinya ada Dan tak seharusnya terlalu lama Tapi hanya dengan seperti ini Aku dapat merasakanmu, dekat dan hangat Awanku, Aku tepat 90 derajat diatasmu Dan hingga detik ini Jantungku masih berdetak untuk alasan yang sama Awanku, Sajak ke-187 ini masih untukmu’ “Awanku, kamu pasti akan sedih juga bukan melihat pandangan nyinyir mereka kepadaku? Manusia selalu menghakimi apa yang mereka lihat, apa yang dilihat oleh mata telanjang tidak selalu dapat menjelaskan segalanya.” Gadis berwaja
2.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
Sang Dewi

Sang Dewi

Nyi Alam Kasuyatiansang dewiDewidewidewa/dewi
Garapan naskah Kakawin Bharatayudha membuat Sedah merenung lama di bawah pohon beringin dengan posisi tangan mengangkat kuas. Inspirasi mengenai gambaran Dewi Pujawati atau juga yang disebut Dewi Setyawati, permaisuri dari Raja Salya, masih belum ditemukan. Padahal wanita tersebut menjadi pemeran utama yang akan dia tulis.
2.8K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

Setelah beberapa tarikan nafas, secara ajaib Bangga Sora kembali pulih dari semua pengaruh racun, membuat Misantanu dan Suwarna membulatkan mata tidak percaya. “Apa anda seorang tabib, pendekar?” tanya Suwarna penasaran. “Hahaha, tidak, bukan aku, tapi saudaraku yang merupakan seorang tabib, dia adalah tabib terhebat yang pernah ada,” jawab pemuda tampan itu, Sugi begitu sangat bangga ketika menceritakan saudaranya.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 344 Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
Godaan Memikat Abang Ipar

Godaan Memikat Abang Ipar

Kayaknya baru Nara ini. Tidak ada ronde kedua. Kaisar menepati janjinya untuk tak macam-macam, satu macam aja. Dia pun mengantar Nara pulang. “Thanks ya Sweety atas malam yang indah ini. Gue nggak nyangka lo nggak nolak perlakuan gue, gue senang banget.”
108.3K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
Sang Penggoda

Sang Penggoda

Ia melepaskan segitiga itu dan membuangnya entah ke mana lalu memasukkan jarinya ke dalam sangkar itu. “Mmmmhhh, ah, ah … mas aku udah gak tahan lagi! Tolong masukin harta karun kamu,” pinta Linda yang sudah seperti cacing kepanasan. “Tenang, Sayang. Kita baru saja memulainya, aku ingin membuat sentuhan-sentuhan yang tidak mungkin kamu lupakan,” ucap Prasetyo.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

sahut Dhava suaranya pelan. Tanpa memperhatikan Dhava, Diana teralihkan sepenuhnya pada aroma gurih tempe yang baru diangkat memenuhi indra penciumannya. "Wah, kelihatan enak! Agak gosong sih pinggirannya, tapi aku suka yang begini," seru Diana antusias. Tanpa menunggu lama, Diana menyambar satu potong dan mengunyahnya. "Enak, Mas! Serius!" celotehnya dengan mulut penuh.
9.956.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
Suamiku, Lakon Sandiwara

Suamiku, Lakon Sandiwara

“Iya, cuma lihat-lihat. Karyanya bagus-bagus.” Obrolan mereka berlanjut singkat, hanya seputar karya seni dan makna di balik warna. Mala tahu batasnya. Ia tak menyebut statusnya dan memberi peluang lebih. Tapi untuk pertama kalinya, ia merasa sedikit seperti dirinya yang dulu. Yang bebas tertawa tanpa dihitung siapa yang melihat. Saat langit sudah jingga di balik jendela kaca gedung, Mala membuka pnsel dan mengecek jam. Lalu ia mengetik pesan singkat.
10819 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Cinta itu seperti air di sawah, jernih tapi mudah keruh.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo. Malam di Sidomulyo gelap, angin dingin menyapu sawah luas. Ardi Santoso, Sari Wulandari, dan Rendra Wijaya bersembunyi di gudang tua dekat pematang. Bau jerami basah menyengat, kotak besi bukti korupsi Pak Darmo di tangan Ardi. Kita hampir ketahuan tadi, pikirnya, jantungannya masih kencang.
847 viewsCompletedAdded to Library 30 Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Mana aku berani melawanmu, Raja Penyasar Sukma. Aku tadi hanya terkejut melihat kedatanganmu yang sangat berlainan dari biasanya...." Raja Penyasar Sukma tertawa bergelak lagi. Batu persegi yang didudukinya meluncur turun hingga menyentuh permukaan tanah berpasir, lalu melesat naik lagi. "Tidak percuma aku mempelajari Kitab Tiga Dewa selama lima tahun...," ujar Raja Penyasar Sukma, bangga. "Kini, aku telah menguasai seluruh bagian kitab itu. Setahun yang lalu, kau tentu sudah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bagaimana aku telah menguasai ilmu 'Dewa Penghancur' dan 'Dewa Pelanglang Jagat'. Bagian lain yang telah ku kuasai dari Kitab Tiga Dewa adalah apa yang sedang kau saksikan ini. A
1030.3K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as sajak karya godi suwarna
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status