MENJEMPUT ISTRIKU
Wajahnya mengeras, tapi matanya tidak bisa menyembunyikan gejolak di dalamnya—kemarahan, kekhawatiran, dan sesuatu yang mendekati rasa bersalah.
''Aku, Athaleyah Galina. Lihat aku sebagaimana diriku, Tuan Saihan Malaken." ujar Thally, sekali lagi, tegas dan penuh harga diri. Tatapannya menembus lurus ke dalam mata Saihan, tak memberi ruang untuk sangkalan atau pengalihan. ''Aku sudah memulai ini, maka aku akan menyelesaikannya. Entah kau percaya atau tidak.''
Dan tanpa menunggu reaksi, ia berbalik dan melangkah pergi. Gaunnya berkibar ringan tertiup angin pagi, sementara langkah-langkahnya terdengar mantap dan angkuh menyusuri lorong.
Hot Chapters