Camelia
hoekkk.
Semakin Aksa mencoba mengingat, maka sakit kepalanya menjadi semakin bertambah parah. Dokter dan suster terlihat hilir mudik untuk membantunya meredakan kesakitannya. Karena selain muntah-muntah hebat, Aksa juga mulai terus menjambaki rambutnya sendiri karena sakit kepala yang tidak tertahankan. Ditambah dengan suara tangisan ibunya, Arimbi dan seorang gadis cantik dengan mata bengkak, membuat sakit kepalanya makin bertambah saja pusingnya.
"Jangan mencoba untuk terlalu banyak mengingat dulu, Pak Aksa. Pelan-pelan saja. Ayo sekarang coba Anda rileks. Pejamkan mata anda dan beristirahatlah."