Sekretarisku Jilbaber
“Tuh lihat anak laki-lakimu Ma, gak usah dijodohin dia bisa cari istri sendiri.”
“Palingan juga ngopi sama Lukman,” ucap ibu tak yakin.
“Ya udah Ma, Pa, Damar pamit ya, Assalamualaikum,” aku mengucapkan salam, mereka kelihatan bingung dan memandangku heran.
“Kok salam Damar gak dijawab?”
“Wa’alaikumsalam.” Mereka menjawab salamku.
“Nah gitu dong,” ucapku sambil tersenyum.