Kesayangan Tuan Mafia
Daviankisah laura annasalah masuk kamarorang tua cinta laurafoto lagi rebahan di kamar
Jaket kulitnya sudah tidak ada, kemejanya basah—bukan keringat, tapi darah.
"ASLAN!" Laura panik.
"Ini bukan darahku," ucap Aslan cepat. "Darah mereka. Aku baik-baik saja."
"Kau yakin?"
Aslan mengangguk. Ia menyuruh sopir untuk segera melaju. Mobil pun bergerak meninggalkan kawasan industri yang sunyi itu, meninggalkan kepulan asap dan sisa-sisa pertempuran kecil.