MELEPAS BENALU
Ibu masih sesegukan, menatapku dengan cemas.
Aku tak menjawab, hanya diam. Sesekali meringis, saat Sekar mengoles lukaku dengan salep.
***Ofd.
"Muka lo kenapa, Nald?" Setyo menelisik wajahku.
"Bukan apa-apa," sahutku sambil menurunka topi, menghalau memar dipelipis.
"Kalau ada apa-apa cerita dong, jangan dipendam sendiri," Setyo nampak prihatin, aku hanya tersenyum tipi dan mengacungkan jempol, mengisyaratkan bahwa aku baik-baik saja.
Hot Chapters