Suami Pelarian
Bangga juga aku melihatnya, kecil-kecil cabe rawit, dengan catatan nggak lagi ngambek, ya!
Sebelum makan, kami ke salon dulu. Kupikir mereka bakalan perawatan berjam-jam, ternyata cuma potong rambut. Aku sudah khawatir saja.
"Tenang, Mbak, kami cuma mau merapikan rambut, nggak ngabisin duit. Jangan kayak algojo gitu dong. Kepala adikmu ini masih berharga lho, Mbak," ledek Desi saat melihat raut mukaku yang tegang.
Capítulos em Alta