SAHABAT DAN KISAH CINTAKU
Tangis terus mengalir di pipiku, semoga saja aku sampai rumah dengan selamat kali ini.
Sesampainya di rumah, aku rebahkan motorku di garasi, lemas, sedih, marah dan kecewa menjadi satu, aku sudah tak mampu menopang dan menyimpan motorku dengan benar, sampai motor itu terjatuh dan membuat gaduh mama. Mama ku berlari dari dalam rumah,dia bingung apa yang terjadi, dia merangkul Queeniera yang hampir jatuh dari pelukanku, tangis aku pun mengalir tanpa kata, tanpa suara, hanya air mata yang terus mengalir. Aku terdiam tanpa kata, mama ku terus bertanya kenapa aku menangis tapi aku tetap diam seribu bahasa. Dan aku memilih segera masuk ke dalam kamar dan menguncinya saja.