Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya
Samuel ikut berkerut, tak paham, dengan deretan nama asing yang Julius tunjukkan.
“Kan?” sahutnya, sama tak paham juga. “Aneh. Kupikir, tadi ini sampah. Tapi bukan di tempat sampah. Apa, ya. Soalnya, ada dimna-mana.”
“Keliatannya kayak apa?” Samuel. Sepertinya karena bad signal, sambungan kamera mereka menjadi sangat buruk.
“Z-Z—apa sih, ini. Apa, ya.” Julius angkat tinggi-tinggi, lembaran kertas kecil itu ke udara. Sekali lagi, membaca tulisan-tulisan di sana.
Hot Chapters