Sentuhan Pria Dewasa
Sejak pagi, ia merasa seperti ingin marah pada apa pun email terlambat, presentasi yang terlalu lama, bahkan suara lift yang berdenting terlalu nyaring.
Dan semua itu karena satu hal yang tak mau ia akui.
Ia kangen.
Bukan kangen biasa. Tapi kangen yang bikin dada sesak, yang bikin tangan refleks meraih ponsel lalu berhenti di udara.
Roby memperhatikan punggung Arkana, suaranya kali ini lebih rendah. “Lo uring-uringan nggak jelas dari kemarin. Jangan bilang ini bukan soal Narine.”