Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Pendekar Naga Hitam

Sang Pendekar Naga Hitam

senyum Aryo Guntur. Diceritakan bahwa Ular Sanca Ireng adalah raja ular yang menguasai tanah Jawa. Semua ular tunduk di bawah kekuasaannya dan tidak ada satu pun yang berani menentangnya. Tapi setelah Naga Antaboga di kutuk dan tinggal di pulau Jawa. Semua ular menjadi berbelok dan tunduk pada Naga Antaboga. Hal ini membuat Ular Sanca Ireng kehilangan pengikut dan kekuasaannya. Gelar raja ularnya kemudian di rebut oleh Naga Antaboga. Itu lah yang membuat Ular Sanca Ireng begitu membenci Naga Antaboga.
9.670.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Ira. “Kalau begitu mari janji kelingking,” kata Navi. “Baiklah kita janji kelingking berarti sudah sah ya perjanjian ini, kamu jangan mengingkarinya.” Kata Ira. “Sudah sah, kita harus menepatinya kelak,” kata Navi. Ira pun tersenyum mendengar janji dari Navi. “Apa kamu senang Ira, jika kelak kita selalu bersama?” tanya Navi.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Ia merasa risih dengan tatapan Firman yang mengiaskan senyuman. “Kamu belum menyebutkan namamu. Saya rasa kamu tidak lupa kan dengan janjimu waktu itu,” jawab Firman menegaskan harus ada perkenalan resmi. Santi menghela nafas. Mau tidak mau, dia harus menepati janji. “Nama saya teh Santi, Kang,” ucap Santi sambil menyeruput Americano. Firman mengelengkan kepala. “Jangan panggil saya dengan sebutan Kang dong. Saya bukan orang Sunda. Panggil nama saja.”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
Sang Junjungan

Sang Junjungan

Rombongan Sang Pengabdi sampai di salah satu pantai yang terletak di ujung pulau Jawa bagian Barat. Mereka berjalan beriringan dengan dipimpin Pak Steven. Sampai di pinggir pantai, dari kejauhan terlihat rombongan lain yang membawa patung Sang Junjungan. Mata Adi terbelalak saat melihat seorang wanita cantik. Pernah dilihatnya di televisi keluar dari dalam patung lalu berjalan pelan menuju laut terbentang luas disambut ombak yang menari, menenggelamkannya.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

“Tentu saja.” “Baiklah! Aku akan mengaku. Namaku Kebo Ireng, penyihir terhebat sejagat raya. Aku disuruh oleh Gusti Prabu Natanala untuk menyiksa biungmu di tempat ini seumur hidupnya!” Wajah Panji Jagat langsung menegang, urat-urat di wajah dan lehernya bertonjolan karena menahan amarah. “Jadi ... Raja itu juga yang membuat biungku menderita?! Jahannam!!”
8.97.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

“Kun rabunna nurul jakim Kun rabunna nurul jakim Kun rabuna nurul jakim Kau buat kacau kau buat balau Kau buat kacau kau buat balau Kun rabunna nurul jakim.” Ritual kututup dengan menampar pipi boneka sebanyak tiga kali dan menjambak rambutku sendiri sebanyak tujuh kali. Agak sinting memang. Namun begitulah tahapan santetnya. Ritual hari pertama sudah selesai. Masih ada 17 hari lagi mengirimkan santet. Sesuai jumlah angka kelahiran Shinta.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

*Keyel = Capek *Puja Trisandya = Doa Pemujaan untuk tiga Dewa (Brahma, Wisnu dan Syiwa) *Sang Hyang Widhy Wasa = Tuhan *Senteng = Selendang yang dililitkan ke pinggang dengan ikat simpul ke kiri. *Canang = Alat untuk persembahyangan berupa wadah dari janur (ceper) berisi bunga-bunga *Sanggah = Tempat persembahyangan untuk kasta biasa *Dong = Dadong (panggilan untuk nenek) *Suksma = Terima kasih
9.916.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Senala menunjuk wajahnya sendiri, “aku adalah perempuan, bukan nenek-nenek, yang pertama kamu lihat sedang mencuci muka di depanmu, begitu maksudmu?” “I ..., i ..., i-ya,” jawab Rimba. “Bukan nenek-nenek seperti Nenek Suyatim.” Senala terpingkal-pingkal. Si Manis melihat Senala dan mengikuti gerakan gadis itu: berguling-guling di pinggir sungai, ke kiri ke kanan. Senala tertawa terpingkal-pingkal sedang si Manis mencicit. Wajah Senala kembali kotor oleh tanah basah akibat tertawa sambil berguling-guling. Dia mengusap wajahnya sembari berkaca di aliran sungai.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
Status Vulgar Adik Ipar

Status Vulgar Adik Ipar

tanyaku bingung. "Iya, ini namanya santet burung layu. Biasanya lelaki yang terkena santet ini adalah lelaki yang suka jajan dan pipis sembarangan jadi di santet seperti ini. Tujuannya biar si korban ini tidak asal memakai senjatanya. Lo selingkuh ya?" Rasanya kepalaku mau pecah, kenapa apa yang menimpaku ini selalu di kaitkan dengan selingkuh?
621.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

“Akan dekat waktunya bagi Angger untuk mengirim manusia sampah itu ke neraka jahannam...!” Semua yang ada saling berpandangan satu sama lain. “Mengapa harus aku, Bopo...?”bertanya Raden Anom masih merasa heran. “Ki Jantaka itu adalah nama samaran saat manusia jahannam menjadi seorang lurah. Tapi di dunia hitam dia dikenal dengan Gentala Seta. Dialah pemimpin kelompok begal Macan Ireng yang telah membantai romo dan seluruh pengawalnya sepuluh tahun yang lalu, Ngger...!”
8.620.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai santet janur ireng adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status