Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Mengaum teramat keras memecah sisa dentuman musik klab, tubuh raksasa Arya menegang kaku seperti ditarik busur panah. Disemprotkannya cairan benih murni bersuhu panas itu deras-deras menembus udara dingin ruangan. Muncratan kental berwarna putih pekat tersebut melukis wajah Clarissa, Viona, dan Karina secara bersamaan. Dari ujung sofa merah di sudut ruangan yang remang, Sonya menelan ludahnya susah payah melihat pemandangan epik barusan.
10.2K viewsOngoingAdded to Library 406 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Simpanan Cantik Sang Presdir

Simpanan Cantik Sang Presdir

Padahal jika di sosial medianya ia selalu berwajah manis. "Jangan buang-buang makanan mubazir." Santira langsung saja mengambil anggur tersebut dan memakannya. "Namun, ada satu kelemahannya dia tidak bisa menahan nafsunya kepada wanita. Dan dia selalu mencari selebgram selebgram muda. Setelah puas menggunakannya dan mempermainkannya maka akan ditinggalkan begitu saja," ungkap Santira. Lalu berdiri ia mengambil piring dan minum bekas makannya memang seperti biasa ia selalu mencuci bekas makannya sendiri.
8.57.6K viewsCompletedAdded to Library 304 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
PENGANTIN RAJA SAETAN

PENGANTIN RAJA SAETAN

sahut Raja Saetan lagi. "Hmm..." Fang Jianheeng tersenyum sangat cantik, biasanya Fang Jianheeng juga cantik namun malam ini ia seolah permata yang baru saja ditemukan. Kilaunya begitu memukau Raja Saetan. Mereka sampai di sebuah gedung, nampak seperti hotel ternama. Beberapa mobil juga sudah sampai, supir kemudian membukakan pintu untuk Fang Jianheeng. "Jian, masuklah lebih dulu...aku akan bicara dengan Siblies sebentar." kata Raja Saetan.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Suamiku Kuli Terhormat

Suamiku Kuli Terhormat

janji Lyman sambil membetulkan posisi kacamatanya. Sinta tersenyum miring. “Gea, jangan bangga dulu. Aku tidak akan menyerah sampai di sini.” *** Di sebuah apartemen elit seorang pemuda terduduk di lantai dengan botol bertebaran di lantai. Ya, Bei Prayoga. Kebiasaan yang pernah ia lakukan di luar negeri kini kembali kumat. “Ternyata selama ini memang aku salah,” racaunya. Kembali meneguk minuman itu sambil berharap mampu menghilangkan segala sesak meski hanya untuk malam ini.
1011.8K viewsOngoingAdded to Library 450 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Di dalamnya, berdiri sebuah batu besar berbentuk kepala manusia yang terus-menerus menggumam petuah-petuah bijak lamun tidak relevan. “Rajin menabung pangkal kaya.” “Cuci tangan sebelum makan.” “Jangan kebanyakan bermain ....” Senala menatap semua ini dengan bingung dan kagum. “Jadi ..., ini pelatihanku?”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Sangkar Pernikahan

Sangkar Pernikahan

ucap pembawa acara sambil tersenyum. Setelah itu Salwa melangkah menuju tempat Zidan berada. Mereka kini saling berhadapan dan beradu pandang namun, tidak ada senyum kebahagiaan. Tiba-tiba Zidan menyodorkan tangannya sambil tersenyum tipis pada Salwa. Sambutan tangan Salwa beserta tubuhnya yang merengkuh dan kepalanya kini menyentuh punggung tangan suaminya. Terdengar Zidan membacakan doa yang panjang sambil memegang kepalanya Salwa, tetapi saat Zidan mau lebih dekat dengan Salwa untuk mencium keningnya, Salwa langsung memberikan isyarat padanya dengan menggelengkan kepalanya. Isyarat itu dipahami oleh Zidan yang langsung duduk di kursi pelaminan lebih dulu.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jawab Bentara. Bentara masih sibuk dengan barang-barang di bagasinya yang memang jumlahnya banyak itu. "Oh, sh*t. Aku lupa kalau kemarin Pak Sepuh minjem satu." Ucap Bentara. "Ya, jadi gimana dong." Ujar Lara, matanya mengamati langit yang sangat pekat. "Nggak tau deh, nih. Mana hujannya deres banget lagi." Jawab Bentara, "Kamu aja deh yang pakai jas hujan." Lanjutnya.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
CINTA BERGANTI

CINTA BERGANTI

aku tersenyum bahagia dengan sepatu baru sambil melangkah mengitari kamar. Kado berikutnya adalah jam tangan berwarna keemasan dari Shinta, mantan sekretaris pribadi pak Ady. Seantero kantor memang tidak begitu menyukai Shinta, namun aku memilih berteman dengannya,karena Shinta sangat menyenangkan.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Mengapa Kau Membenciku?

Mengapa Kau Membenciku?

ucap Sinta sangsi. “Tidak Bu kami yakin bahwa ini sudah benar adanya, hantaran ini dipersembahkan untuk Ibu Sinta Dinda Neytasya dengan alamat : Jalan Asri Siregar Raya nomor 05, RT 06, RW 07. Kalau kami boleh memastikannya sendiri apa benar alamat yang barusan saya bacakan itu alamat tempat tinggal Bu Sinta? beserta nama Ibu sudah benar ya Bu!” tanya gadis yang di bagian seragamnya tertera nama Ayu tersebut.
1011.3K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
SULTAN DESA

SULTAN DESA

Mbah Sontoloyo bergerak maju mundur dengan cepat untuk mencapai puncak kenikmatan, kemudian terong menusuk sangat dalam dan menyemburkan lahar panas. Kakek cabul itu berjongkok dan menghisap cairan yang meleleh keluar dari vagina sampai bersih. Konon cairan itu untuk menambah tinggi ilmu santet. Kartika merenggangkan kaki lebar-lebar. Dia sangat suka permainan ini. Dia mendesah nikmat ketika kakek itu menggigit lembut dan menghisap klitoris, kemudian menyedot bagian dalam. Setelah itu menjilati bokong dan lubang pelepasan. Keliarannya ditutup dengan menghisap cairan kenikmatan yang keluar dari terowongan gelap.
1013.9K viewsOngoingAdded to Library 362 Times as santet pring sedapur
Show Reviews (3)
Read
+Library
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status