Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan jodoh

Bukan jodoh

Kata Bobi sambil mengambil minuman dan memberikannya pada Nia "Iya boleh kak. Terima kasih." Kata Nia sambil menerima minuman yang di berikan Bobi "Bu, mau gorengannya sepuluh ya?" Kata Bobi kepada ibu-ibu yang punya warung "Ini mas." Kata ibu warung sambil memberikan gorengan yang sudah di siapkan di atas piring yang terbuat dari rotan "Oh iya terimakasih bu." Kata Bobi sambil menerima piring yang sudah di isi gorengan sesuai dengan yang di pesan Bobi
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Tertipu Masa Lalu

Tertipu Masa Lalu

Sikap Delano benar-benar membuat si Bob jengah dan mengerucutkan bibirnya, ia langsung pergi meninggalkan kamar Delano. "Roti sobek, jika kamu pergi—" belum sempat Delano melanjutkan kalimatnya, ia terkejut melihat Hendri datang menghampiri keduanya benar-benar membawakan roti sobek untuk mereka dengan bau khas roti yang baru di panggang. Begitu menggoda dan menyeruak aromanya. Mata Bob membola namun tak sanggup marah, karena ia bukan tipikal pemarah seperti dua rekannya.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Ibu Guruku

Terpaksa Menikahi Ibu Guruku

tanyanya setelah bekapan mulutnya kulepaskan. “Oh ini… eng.. kebetulan lewat kantin, terus lihat, kayaknya enak gue beli deh.” Bimo merebut roti yang kupegang lalu memperhatikan bungkusnya. “Bohong, kantin kita nggak ada jual roti merek ini.” Buset dah, kayak detektif aja sih temenku yang satu ini. “Hmmm roti dari fans yaa…” tebaknya.
1020.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

Bagaimana aku tidak jijik, makanan itu adalah soto yang aku rasa dari warung soto Mbok Karsiem, di desaku tidak ada penjual soto selain Mbok Karsiem. "Kenapa tidak jadi di makan, Na?" Tanya Bu Yana. Aku menggeleng, hanya itu yang bisa kulakukan saat ini ketika tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Aku hanya bisa menggeleng dan mengangguk sebagai jawabannya. "Kamu sariawan, Na?" Tanya Bu Rita. Aku kembali menggeleng. "Lalu, kenapa dari tadi tidak bicara?" Tanya Bu Rita lagi.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Jangan Panggil Aku Gembul

Jangan Panggil Aku Gembul

ucap Kinan menyodorkan beberapa roti bakar buatan Bik Asih. "Iya, ma kasih ya," ucap Haris. "Eh...Ris, kapan-kapan kita boleh donk main kerumah Lo," ucap Berry. Haris tersedak. Kinan segera menyodorkan minumannya. "Kenapa? Gak enak ya rotinya?" tanta Kinan hati-hati. "Ngggg...enak koq. Enak banget malahan, gue cume keselek dikit," jawab Haris gugup.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Maduku

Adikku Ingin Jadi Maduku

Dia benar-benar lelah hari ini, tapi tidak ada nafsunya untuk makan. Pak Bowo yang mengerti bagaimana sifat anaknya pun mendekat sembari membawa roti. "Makanlah. Papa tahu kamu tidak akan makan. Jadi, Papa berikan kamu roti." Dia menunjuk roti di hadapan Argo. "Roti bekas Papa," ujar pria itu kemudian dengan kekehan.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Catur Rogo

Catur Rogo

terang Mahes. "Gue cuma bertanya-tanya, sejak kapan lo punya roti sobek?" tanya Bagas dengan menaikkan sebelah alisnya dan memandang perut Mahes. Mahes terkekeh mendengar pernyataan Bagas. Benar juga pertanyaan Bagas, karena selama ini ia menyembunyikan roti sobeknya. Cuma karena terlalu gerah, hari ini ia memilih tak mengenakan atasan tanpa niat memamerkan tubuh atletisnya itu. "Makanya olahraga. Ini salah satu aset berharga yang dapat memikat wanita," kekeh Mahes membuat senyum manis terukir di bibirnya.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Skandal Panas: Dari Musuh, Jadi Butuh

Skandal Panas: Dari Musuh, Jadi Butuh

Setelah itu, mereka melihat ke arah Karina. “Karin, kenalin ini teman Tante.” Kiki memperkenalkan pria yang mengenakan pakaian rapi bahkan wangi. “Hai, aku Bobi.” Pria itu menyodorkan tangan ke arah Karina. “Kamu Karin, kan?” “Eoh, hai.” Karina sedikit salah tingkah, apalagi ketika melihat senyum pria yang bernama Bobi. Sangat tampan. “A–aku Karina,” balasnya kikuk.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Liar Kembaran Suamiku

Pemuas Hasrat Liar Kembaran Suamiku

Sapa Abian sambil tersenyum. "Eehh, Abian. Maaf aku agak sedikit terlambat." Ucap pria bernama Robi. Pria itu seumuran dengan Abian, dia adalah CEO muda yang bergerak di bidang elektronik. "Tidak apa-apa, duduklah. Mau ku pesankan sesuatu?" "Boleh, aku ingin kopi." Jawab pria itu dan Abian langsung memesankan dua cangkir kopi.
9.7493.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.9K kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Aarav “Pagi, Apa kau sudah Sarapan?” Tanya Bora “Ini aku sedang memanggang Roti bakar, Kau sudah makan?” Tanya Aarav “Hmmm Aku sedang menikmati Sarapan Omlate dengan Dua Sosis Bakar.” Ujar Bora “Wahhh enak sekali.” Ujar Aarav “Ohh ya Aku akan ke Jakarta untuk bertemu kakakku.” Ujar Bora
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai sari roti boboiboy
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status