Terjebak Asmara Ayah Sahabatku
“Iya, iya, maaf… aku tahu primadona kampus kita ini memang pemalu. Oh iya, aku harus keluar sebentar lagi. Lusi, tolong bantu aku kasih hadiah ini ke ayahku, ya.”
Usai bicara, Misel langsung berlari keluar dan kembali membawa sebuah kotak besar.
Dia menatapku dengan tatapan penuh makna, lalu tersenyum misterius.
“Ingat Lusi, ini hadiah untuk ayahku. Isinya baju yang cantik, kamu jangan coba-coba pakai… pokoknya, kamu harus turuti kata-kataku.”
Setelah berpesan, dia bilang pacarnya sudah menunggu, lalu pergi begitu saja.
Sikat na Kabanata