Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Atap dengan Pria Dingin

Satu Atap dengan Pria Dingin

Setelah sarapan ini selesai, ingin sekali rasanya pergi menjenguk ke rumah sakit. Tap! Tap! Tap! Suara langkah kaki membuat Avena sontak menegakkan tubuh. Rafsen turun dari tangga dengan rambut acak-acakan. Avena berdeham. "Pagi, ini aku masak nasi goreng sama telur ceplok. Dimakan aja kalau mau," ujar Avena sambil menyendokkan nasi ke atas piring dan menyuguhkannya di meja makan.
10977 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
SATU ATAP DENGAN BADBOY TAMPAN

SATU ATAP DENGAN BADBOY TAMPAN

ucap Dafa di akhiri dengan membuang asap rokok pada wajah Acha. Acha yang merasa sesak dengan asap rokok langsung terbatuk-batuk. "Bisa minggir gak!" pekik Clara merasa risih. "Sut." Dafa memberi Clara isyarat untuk diam karena saat ini ia sedang fokus pada Acha. "Kalo dibuka benda aneh ini, cantik juga," ucap Dafa dengan seringaian di bibirnya setelah berhasil melepas kacamata milik Acha.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Entahlah, yang pasti mereka tetap tak putus asa untuk mengumpulkan semua bukti kebenarannya. Langkah selanjutnya, mereka pergi ke Cafe Republik. Cafe yang memiliki fitur hotel bintang lima. Dengan barista yang memakai seragam lengkap. Pelanggan yang santai menikmati pemandangan alam pegunungan dari jendela kafe di lantai atas. Tempat manapun mereka tak peduli. Tujuan utama yang mereka butuhkan. Ning Fiyyah mendatangi barista di garda terdepan. "Selamat siang, bu. Ada yang bisa saya bantu?" Barista tersebut menyapanya dengan santun.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
Love by Choice

Love by Choice

Cahaya matahari bersinar sangat cerah. Bulatan oranye itu sudah terlalu berada jauh di atas kepala, menyebarkan sengatan yang menusuk dan membakar kulit. Suasana jalanan masih terus dipenuhi kendaraan yang berlomba membuang gas beracunnya. Bisingnya jalanan tidak mengusik suasana kafe di salah satu komplek pertokoan, tidak jauh dari gerbang kampus Merva. Bangunan dua lantai itu disulap menjadi kafe kecil yang nyaman. Dengan ukuran sempit, pemiliknya berhasil membuat Le Blanc menjadi tempat ngopi yang instagramable. Setiap sudut dihiasi dengan berbagai ornamen menarik. Rooftop kafe menjadi tempat paling favorit, asal tidak turun hujan.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
Satu Atap Dengan Bos

Satu Atap Dengan Bos

Sampainya di apartemen Ghatan masih terlihat marah, keningnya terus mengerut dengan tatapan tajamnya menyorot mata ketakutan Anjeli. "Kau bertemu dengan siapa di kafe itu?" tanya Ghatan dengan suara berat. Anjeli menelan ludahnya, dia sedikit mengalihkan pandangan agar tak terlalu merasa ketakutan. "A-aku hanya mampir sebentar untuk makan dan minum kopi," jawab Anjeli berbohong. "Sejak kapan bapak peduli kepada saya?" tanyanya sedikit menaikkan suaranya supaya tidak terdengar sedang berbohong.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
Cinta Setengah Hati

Cinta Setengah Hati

"Kita harus lebih sering keluar berempat gini deh, iya kan sayang?" Ucap Tasya yang diangguki Johan. Mereka sedang berada di rooftop sebuah cafe yang dihiasi lampu gantung berbagai warna di pembatasnya. Ada juga beberapa pot bunga yang digantung dengan tali memberikan kesan vintage pada interior cafe. selain mereka ada beberapa pengunjung lain yang tengah duduk sambil menikmati suasana malam kota Jakarta
19.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
HALCYON

HALCYON

Segera setelah itu, Citra langsung memberikan berbagai macam pengarahan dasar kepada Namara yang tampak sangat antusias mendengarkan arahannya. La Casa, itu nama kafe yang dimiliki oleh dua pemuda yang bersahabat baik yang kemudian sepakat menjalankan bisnis bersama sejak 3 tahun yang lalu. Bisnis food and beverage ini berawal dari sebuah kafe kecil pinggir jalan yang kemudian berkembang dengan pesat setelah 1 tahun resmi dibuka. Pemiliknya tidak lain adalah Kaivan dan Azrico. Kini siapapun yang masuk atau bahkan sekedar melewati La Casa akan terkesima dengan bangunannya yang cukup ikonik. Mengusung konsep scandinavian dengan cat dominan putih serta aksen kayu dan tanaman yang dipakai di d
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
TERNYATA AKU YANG KEDUA

TERNYATA AKU YANG KEDUA

putus pria itu. Dengan langkah lesu. Leona menyusuri anak tangga menuju lantai dua kafe Tari. Kafe ini terdiri dari empat lantai: dua lantai pertama digunakan sebagai kafe, lantai ketiga sebagai tempat beristirahat Tari jika menginap, dan lantai teratas adalah rooftop.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
Atasan Duda Itu Mantan Pacarku

Atasan Duda Itu Mantan Pacarku

Sepanjang jalan kanan dan kiri terlihat bangunan rumah yang berdiri megah. Tidak berapa lama mobil berbelok ke sebuah cafe dengan bangunan yang cukup besar dan unik. Aku tidak tau darimana Mas Satria tau tempat ini. Setauku kafe ini baru dibuka dua bulan yang lalu dan cukup terkenal di sosial media. "Turun!" pinta Mas Satria saat melihatku hanya berdiam meski mobil telah beberapa saat berhenti. "Iya," jawabku kemudian sambil bersiap untuk keluar mobil.
9.561.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
Bukan Suami Pilihan

Bukan Suami Pilihan

Adara menatap bangunan yang menjulang tinggi itu dengan kagum, nampaknya kantor suaminya ini sangatlah besar dibandingkan kantor ayahnya yang hanya beberapa lantai saja. Mereka berjalan menuju sebuah lift, dan tak lama mereka tiba di sebuah rooftop. Di sana terlihat begitu menakjubkan, sebuah atap yang di sulap menjadi sebuah cafe dan taman yang sangat estetik. Adara memancarkan senyumnya, ini lebih bagus dari kantin di kampusnya atau cafe-cafe yang sering ia datangi. “Wah! Apa aku tak salah lihat? Ini bukannya di atap gedung perkantoran, kenapa sebagus ini tempatnya!” batinnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai satu atap cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status