Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
“Dan kamu tahu, Bu… radio itu alat yang unik. Kadang sinyalnya samar, tapi kalau kita sabar nyari frekuensinya, suaranya bisa terdengar jernih.”
Bu Sri menatap suaminya, matanya berkaca-kaca. “Kamu mau bilang, mungkin selama ini aku yang salah frekuensi, ya, Pak?”
Pak Slamet tertawa kecil, menepuk tangannya. “Hehehe… mungkin begitu. Tapi yang penting sekarang frekuensinya udah ketemu lagi.”
Bu Sri ikut tertawa pelan, tapi air matanya tetap menetes. “Aku senang, Pak. Ternyata alat lamamu bisa jadi jembatan antara aku dan Sekar.”