Pendekar Lembah Iblis
Kinan manyun, lalu kemudian menoleh ke arah adiknya yang berjalan di dekatnya, dengan berbisik Kinan mengeluh, “Padahal waktu pertama kali ketemu, ramahnya minta ampun….menyebalkan, sepertinya dia Cuma ramah sama yang kantongnya tebal!!”
Limey tersenyum tipis, dan memilih untuk tidak menanggapi keluhan kakaknya.
Pasar itu ramai. Ada penjual hewan, buah, daging, pakaian, pernak pernik, pedang, tombak, peramal, makanan dan pedagang manusia.
“Lihat tombak ini hebat, bisa menembus tameng apa pun!” seru penjual tombak.
“Ayo bu, buahnya, segar….silahkan, cuma 150 Zeni 1 kilo.” Teriak penjual yang lain.
Hot Chapters