Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Mungkin karena kita udah gak nyari arti hidup di luar sana. ternyata jawabannya dari dulu ada di sini.”
Sore turun pelan, langit berubah oranye lembut. Raffa tertidur di kursi panjang, kepala bersandar di bantal. Arga dan Aisyah masih duduk berdampingan, menatap langit yang berubah warna. Tidak ada rencana besar untuk esok, tidak ada target tinggi, hanya keyakinan bahwa hari berikutnya akan tetap baik karena mereka menjalaninya bersama. Angin sore menyentuh lembut wajah mereka. Aisyah menatap Arga sambil tersenyum kecil, “Mas, hidup ternyata gak harus hebat, ya?” Arga menjawab tanpa pikir panjang, “Enggak, Yah. cukup tenang aja. itu udah bentuk kemenangan paling besar buat kita.”
Sikat na Kabanata