SETELAH TALAK TIGA
Seketika merah darah segar membasahi lengan blazerku, warna putih gading itu berubah jadi merah pekat, bahkan menetes ke lantai, demi Allah ini sakit sekali, tubuhku membungkuk dengan air mata menetes menahan sakit.
"Hanin! Kamu kenapa?" Derap sepatu beradu ubin terdengar lantang, samar kulihat Pak Abi mendekat, rasa pusing berkunang-kunang melandaku akibat darah yang terus mengalir. Pak Abi membantuku berdiri tegak.
"What happen?" tanyanya menyentuh tanganku, nyalang aku menatap Ammar, lalu tanpa bisa kutahan Pak Abi melangkah maju, pria itu meraih kerah kemeja sang mantan.
Hot Chapters