I am The Real King
Setengah lainnya… dalam darahnya.
Ia mengiris ujung jarinya. Tetesan darah pekat, nyaris hitam, memercik dan berpendar ungu. Api neraka kecil menari di sekitarnya, lalu padam ketika menyentuh udara dingin. “Kalau ini gagal,” gumamnya datar, “kita tidak akan sempat menyesal.”
Seon menoleh, bibirnya melengkung tipis di wajah kucingnya yang menggemaskan. “Bagus. Setidaknya kita akan mati sebagai legenda.”