Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Setetes darah, yang membawa energi jahat tak terbatas, mengembun di udara. Lengan yang berwarna merah darah itu bergoyang, berbisik tanpa henti, dan darah menyebar dengan cepat, membentuk pola yang aneh. "Setan Darah, muncul!" Teriakan rendah bergema di udara, menyebabkan kehampaan bergetar dan berdengung.
1010.2K viewsOngoingAdded to Library 366 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

sela Ken pelan dengan nada menekan. Sisil menggigit bibir bawahnya gugup. “Kotor.” “Hanya darah,” ucap Ken tenang. “Aku sudah terbiasa melihat dan memegang darah sejak kecil.” “Tapi ini darahnya beda,” bantah Sisil lirih. Ken sedikit memiringkan kepalanya. “Bedanya di mana?” Sisil terdiam. “Apa kamu pikir aku bakal jijik cuma karena hal seperti ini?” lanjut Ken.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Perasaan yang begitu nyata hingga membuatnya berpikir dia pernah mengalami kejadian itu. Pemandangan orang-orang yang tergeletak di tanah dan ada darah segar bercampur dengan air hujan mengalir di sekeliling. Selena berpikir jika hal ini benar-benar terjadi, betapa mengerikannya tempat kejadian tersebut. Sekarang hanya mengingat mimpi itu sudah membuat sekujur tubuhnya merinding. Selena menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku lupa, tapi hanya ingat mimpi yang sangat menakutkan."
9.5978.2K viewsCompletedAdded to Library 39.1K Times as sejengkal tanah setetes darah
Show Reviews (394)
Read
+Library
Alina Tamrin
kalau pak Rudi ada hubungan keluarga dgn Selena apa mungkin orang yg selama ini ada di belakang layar yg ingin membunuh Selena adalah ibu Mira yg TDK ingin Pak Rudi mengetahui kalau Selena adalah keluarganya!. cepat dong perbaharui babnya penasaran nih lanjutatannya ... seru buanget ceritanya .........
Siti Ety rumiyati
Ceritanya sepertinya bagus awl baca jg kok bgs ini ceritanya tp pas lihat babnya banyak bangeeets jd mundur hehe pengin cerita yg tdk trll panjang pengin lht Selena n harvey bahagia kl panjang gini sepertinya banyak tarik ulur bahagia,jatuh lg d angkat lg bahagia jatuh lg dst nya. Btw,Smangat author
Read All Reviews
I am The Real King

I am The Real King

Setengah lainnya… dalam darahnya. Ia mengiris ujung jarinya. Tetesan darah pekat, nyaris hitam, memercik dan berpendar ungu. Api neraka kecil menari di sekitarnya, lalu padam ketika menyentuh udara dingin. “Kalau ini gagal,” gumamnya datar, “kita tidak akan sempat menyesal.” Seon menoleh, bibirnya melengkung tipis di wajah kucingnya yang menggemaskan. “Bagus. Setidaknya kita akan mati sebagai legenda.”
107.0K viewsOngoingAdded to Library 168 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Di lantai tanah, ada lingkaran garam yang terhapus sebagian, dan sebuah pesan tertulis di dinding bambu dengan darah: > “Enam jiwa. Dua lagi untuk seimbang. Mereka tak bisa ditahan. Mereka datang menjemput tanahnya.” --- Warga panik. Satu per satu mulai histeris. Ibu-ibu memeluk anaknya. Lelaki dewasa berlari pulang, menutup rumah dan menyalakan dupa. Di malam harinya, hujan deras mengguyur desa. Tapi tak seperti hujan biasa. Air yang turun berwarna coklat keruh, dan saat menetes ke tanah... tanah itu menghitam.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 25 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Jemarinya gemetar saat mengetik balasan. [Darah? Darah siapa, Mbah? Dan bagaimana caranya?] Getaran di tangannya segera terasa. Balasan Broto datang secepat kilat. [Darahmu sendiri. Cukup goresan kecil di tangan atau kau gigit bibirmu sampai berdarah. Gunakan ujung jarimu untuk mengukirnya di bawah pusar. Darah adalah pengikat antara dunia fana dan keagungan Durja.]
5.4K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Darah dan Takdir

Darah dan Takdir

“Padahal dia hanya memberi kita ilusi kemenangan.” Raksa, yang sejak tadi mengamati dari kejauhan, berjalan mendekat. Wajahnya masih berlumuran darah, bukan darahnya sendiri, melainkan darah musuh yang telah ia bunuh tanpa ragu. “Jika kita tetap di sini, kita akan mati,” katanya tanpa basa-basi. “Benteng ini sudah bukan tempat yang aman lagi.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Wilayah Bawah Jiuzhou – Danau Darah Sembilan Tingkat Danau itu mendidih tanpa suara. Darah kental berwarna hitam-merah menyembur perlahan dari retakan dimensi, membentuk pusaran besar yang mengelilingi seorang wanita bertubuh ringkih, terikat rantai yang terbuat dari doa-doa suci dan kutukan iblis. Tubuhnya menggigil.
107.3K viewsCompletedAdded to Library 203 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
MARNI

MARNI

Dan Ratih, bagaimana bisa dia di sini? Ratih terjatuh tak berdaya saat tali itu telah terlepas, wajah cantiknya yang basah kini penuh dengan lumpur. Lumpur pekat tanah yang baru saja terkena hujan. Darah di perutnya merembes di genangan air yang mengalir di antara akar-akar berukuran besar. Warnanya semakin nyata karena darah yang keluar begitu banyak dan terus-menerus.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status